CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Anas: Saya ibarat bayi yang lahir tidak diinginkan


Sabtu, 23 Februari 2013 / 14:28 WIB
ILUSTRASI. Memanfaatkan margin trading untuk mencari cuan dengan margin trading, tetap harus hati-hati memilih sahamnya.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam pernyataan pers-nya siang ini (23/2), Anas Urbaningrum menilai, rangkaian kejadian hingga penetapan dirinya menjadi tersangka kasus Hambalang, tidak bisa dipisahkan dengan bocornya sprindik.

Dia bercerita, jika ditarik pada kejadian sebelumnya, hal ini terkait dengan kongres Partai Demokrat. "Saya tidak akan cerita panjang. Tapi intinya, ibarat bayi yang lahir, Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan. Tentu rangkaiannya menjadi panjang dan rangkaian itu saya rasakan, saya alami, dan menjadi rangkaian peristiwa politik dan organisasi di Partai demokrat," paparnya.

Sayang, dia menolak menceritakan lebih rinci pernyataan tersebut.

Anas juga sadar, dunia politik bisa menjadi dunia yang kejam saat memutuskan untuk terjun ke dunia politik, khususnya ke partai Demokrat. "Saya tahu persis konsekuensinya. Saya tidak akan pernah mengeluh dengan keadaan ini dan saya punya keyakinan kuat dan semangat untuk terus menghadapinya termasuk resikonya. Itu sebuah kelaziman," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×