kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.891.000   25.000   1,34%
  • USD/IDR 16.445   -75,00   -0,45%
  • IDX 7.107   66,36   0,94%
  • KOMPAS100 1.034   12,73   1,25%
  • LQ45 806   9,73   1,22%
  • ISSI 223   1,91   0,86%
  • IDX30 421   5,94   1,43%
  • IDXHIDIV20 502   10,81   2,20%
  • IDX80 116   1,41   1,23%
  • IDXV30 120   2,66   2,27%
  • IDXQ30 138   2,04   1,50%

Anas: Saya ibarat bayi yang lahir tidak diinginkan


Sabtu, 23 Februari 2013 / 14:28 WIB
Anas: Saya ibarat bayi yang lahir tidak diinginkan
ILUSTRASI. Memanfaatkan margin trading untuk mencari cuan dengan margin trading, tetap harus hati-hati memilih sahamnya.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam pernyataan pers-nya siang ini (23/2), Anas Urbaningrum menilai, rangkaian kejadian hingga penetapan dirinya menjadi tersangka kasus Hambalang, tidak bisa dipisahkan dengan bocornya sprindik.

Dia bercerita, jika ditarik pada kejadian sebelumnya, hal ini terkait dengan kongres Partai Demokrat. "Saya tidak akan cerita panjang. Tapi intinya, ibarat bayi yang lahir, Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan. Tentu rangkaiannya menjadi panjang dan rangkaian itu saya rasakan, saya alami, dan menjadi rangkaian peristiwa politik dan organisasi di Partai demokrat," paparnya.

Sayang, dia menolak menceritakan lebih rinci pernyataan tersebut.

Anas juga sadar, dunia politik bisa menjadi dunia yang kejam saat memutuskan untuk terjun ke dunia politik, khususnya ke partai Demokrat. "Saya tahu persis konsekuensinya. Saya tidak akan pernah mengeluh dengan keadaan ini dan saya punya keyakinan kuat dan semangat untuk terus menghadapinya termasuk resikonya. Itu sebuah kelaziman," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Driven Financial Analysis Thrive

[X]
×