kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.177   -19,14   -0,31%
  • KOMPAS100 806   -4,98   -0,61%
  • LQ45 612   -3,18   -0,52%
  • ISSI 214   -0,43   -0,20%
  • IDX30 344   -1,75   -0,51%
  • IDXHIDIV20 426   -2,46   -0,58%
  • IDX80 92   -0,54   -0,59%
  • IDXV30 116   -0,66   -0,56%
  • IDXQ30 110   -0,70   -0,63%

KPK akan menelusuri aset Anas Urbaningrum


Sabtu, 23 Februari 2013 / 11:28 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri aset yang dimiliki Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Hal ini dilakukan menyusul penetapan Anas sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lain.

"Adalah prosedur yang biasa di KPK apabila menangani suatu kasus apabila menetapkan seseorang atau beberapa orang sebagai tersangka adalah melakukan asset tracing (penelusuran aset)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/2).

KPK pun akan mengirimkan surat kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk meminta data transaksi-transaksi keuangan mencurigakan yang terkait dengan tersangka. Menurut Johan, KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait kewenangannya sebagai anggota DPR.

Penerimaan hadiah itu tidak hanya berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan pusat olahraga Hambalang, tetapi juga terkait proyek-proyek lain yang belum dapat dirinci oleh Johan saat ini. Namun, Johan belum dapat menjelaskan nilai hadiah yang diduga diterima Anas tersebut.

"Kalau hadiah itu bisa berupa uang atau barang," kata Johan.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin pernah mengatakan, Anas menerima hadiah berupa Toyota Harrier. Mobil mewah itu, menurut Nazaruddin, merupakan pemberian dari PT Adhi Karya, BUMN pemenang tender Hambalang. Nazaruddin juga mengungkapkan ada dana Rp 100 miliar dari proyek Hambalang untuk memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat dalam kongres di Bandung pada Mei 2010.

Uang itu, kata Nazaruddin, diserahkan PT Adhi Karya secara tunai melalui Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso, orang kepercayaan Anas. (Icha Rastika/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×