Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Rahma mengungkapkan, penguatan dolar Singapura terhadap rupiah perlu dipandang serius karena berdampak langsung terhadap biaya logistik, impor jasa, hingga transaksi korporasi Indonesia.
Mengingat sebagian besar barang impor nasional, termasuk bahan baku dan barang modal, banyak melalui jalur distribusi Singapura.
"Singapura bukan sekadar tetangga, namun sebagai pusat finansial regional. Karena Singapura mempunyai hubungan perdagangan dan finansial utama bagi Indonesia," kata Rahma.
Selain itu, lemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Singapura bakal memukul masyarakat kelas menengah di Indonesia.
Pasalnya, Singapura adalah destinasi pendidikan, kesehatan, dan pariwisata sehingga ketika rupiah terjepit di bawah bayang-bayang dolar AS, biaya hidup dan akses terhadap layanan berkualitas di tingkat regional menjadi kian tak terjangkau.
Rahma menambahkan, tekanan rupiah terhadap dolar Singapura juga berpotensi memperbesar beban subsidi energi dan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Sebab, sebagian perdagangan produk minyak di kawasan Asia mengacu pada pasar Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS).
Tonton: Bolak-Balik Ke Prancis, Kunjungan Presiden Prabowo Tuai Sorotan!
"Pelemahan rupiah terhadap SGD menciptakan tekanan tambahan pada subsidi energi maupun harga BBM nonsubsidi yang akhirnya bisa memicu inflasi domestik," ucap Rahma.
Perlu diingat pula, Singapura merupakan penyedia jasa utama bagi korporasi Indonesia, mulai dari jasa konsultan, hukum, hingga teknologi informasi.
Dengan begitu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS adalah inflasi tersembunyi. Jika pelemahan terhadap dollar AS berdampak pada harga komoditas global, maka pelemahan terhadap SGD berdampak langsung pada biaya efisiensi.
"Semakin lemah Rupiah terhadap mata uang hub regional ini, semakin tidak kompetitif industri manufaktur kita yang masih sangat bergantung pada rantai pasok global yang melewati Singapura," tuturnya.
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Dollar Singapura bagi Indonesia
| Sektor | Dampak |
|---|---|
| Impor dan Logistik | Biaya impor dan distribusi meningkat |
| Energi dan BBM | Tekanan tambahan pada subsidi energi dan BBM |
| Pendidikan dan Kesehatan | Biaya layanan di Singapura makin mahal |
| Industri Manufaktur | Beban rantai pasok global meningkat |
| Korporasi | Jasa konsultan, hukum, dan IT jadi lebih mahal |
(Isna Rifka Sri Rahayu, Sakina Rakhma Diah Setiawan)
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/05/28/162304826/rupiah-juga-anjlok-terhadap-dollar-singapura-apa-dampaknya-bagi-ri?page=all#page1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













