kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,24   -2,44   -0.24%
  • EMAS953.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Akun Belajar.id Kemendikbud untuk Wujudkan Pendidikan yang Lebih Inklusif dan Merata


Selasa, 20 September 2022 / 21:42 WIB
Akun Belajar.id Kemendikbud untuk Wujudkan Pendidikan yang Lebih Inklusif dan Merata
ILUSTRASI. Sejumlah siswa-siswi SD Negeri 10 Cideng, jakarta, Senin (30/8/2021) mengikuti proses pembelajaran tatap muka.


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyediakan akun pembelajaran (belajar.id) bagi jutaan siswa dan guru di Indonesia.

Akun digital yang turut membantu akselerasi transformasi pendidikan ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi belajar, seperti Google Classroom, Google Meet, Google Drive, dan masih banyak lagi. Sehingga memungkinkan adanya kolaborasi dalam belajar.

Akun belajar.id juga dipandang dapat membantu mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan merata.

Baca Juga: Macam-Macam Gangguan Belajar Anak, Pengertian, dan Penyebabnya

"Langkah Kemendikbud Ristek membuat akun belajar.id adalah baik. Belajar.id yang dikembangkan Kemendikbud Ristek punya kelebihan karena gratis. Jadi, ini sesuai dengan semangat pendidikan semua," kata Pengamat Telekomunikasi dan Teknologi Pendidikan ITB, Dr. Ian Josep Matheus Edward dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022).

Dia menambahkan, akun belajar.id yang dirilis pada akhir tahun 2020, dinilai dapat memberdayakan para guru di Indonesia. Selama pandemi Covid-19, para guru mau tidak mau membuat materi pembelajaran daring.

Dengan tools yang dapat diakses lewat akun pembelajaran, para guru kini bisa mengembangkan kemampuannya dalam materi belajar secara lebih kreatif dan kolaboratif. Bukan hanya dalam bentuk video, tetapi juga dilengkapi dengan materi evaluasi, kuis, dan lainnya.

"Guru bisa jadi content creator dan kontennya dilihat lebih banyak siswa," tutur Ian.

"Semua jenis konten bisa dibuat, seperti soal ujian. Dari universitas, seperti ITB bisa juga membuat konten. Guru-guru bisa punya patokan seperti apa yang diujikan saat masuk universitas, dan apa yang dipelajari di universitas. Prestasi siswa nantinya jadi lebih bagus," terang dia.

Kepala Pusat Inovasi dan Ekonomi Digital, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda mengungkapkan, Kemendikbud Ristek telah melengkapi upaya transformasi digital dalam bidang pendidikan melalui penyediaan akun pembelajaran. Pasalnya, selama ini platform digital edukasi hanya dikembangkan oleh perusahaan rintisan.

Baca Juga: Mengenal Teks Persuasi dari Pengertian, Tujuan, hingga Struktur Teksnya

"Swasta tidak mampu menjangkau masyarakat yang tidak mampu membayar jasa penyediaan layanan. Harapannya, kekosongan ini bisa diisi oleh pemerintah sebagai penyedia jasa tanpa dipungut biaya," jelas Nailul.

Nailul mengatakan, platform akun belajar.id masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan. "Kelebihan pemerintah adalah mengetahui apa yang dibutuhkan oleh siswa, pendidik, dan kedinasan. Mereka punya data. Saya rasa bisa dimulai dari data tersebut. Itu bisa menjadi kelebihan dari platform milik Kemendikbud Ristek," tukas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akun Belajar.id Wujudkan Pendidikan yang Lebih Merata",

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×