kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akom bilang tidak tahu soal uang e-KTP


Kamis, 06 April 2017 / 11:22 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Politisi Partai Golkar Ade Komarudin mengklaim dirinya tidak terlibat dalam proyek pengadaan e-KTP yang belakangan terendus merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Alasannya, Akom bukan di komisi yang membahas proyek ini.

"Saya waktu itu sekretaris fraksi, tidak tahu menahu soal itu. Saya komisi juga komisi 11, soal keuangan dan perbankan," ujar Akom, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4).

Berdasarkan dakwaan dan kesaksian Muhammad Nazarudin, Senin (3/4), Ade memang disebut menerima uang sebesar US$ 100.000 dari terdakwa Irman. Uang ini, kata saksi Nazarudin, dipakai Akom untuk membiayai pertemuan dengan para camat, kepala desa dan tokoh masyarakat di Kabupaten Bekasi.

"Saya tidak pernah meminta apapun dari Pak Irman," imbuh Akom.

Hari ini, selain Akom, beberapa politisi dijadwalkan memberi kesaksian terhadap dua terdakwa korupsi, Irman dan Sugiharto, diantaranya Setya Novanto, Anas Urbaningrum dan Markus Nari. Pada saat proyek ini dianggarkan, mereka adalah anggota DPR RI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×