kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.581   28,00   0,16%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akibat wabah corona, Menko Luhut sebut investasi dari China tertunda


Kamis, 20 Februari 2020 / 20:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakui adanya virus corona turut berdampak terhadap investasi di Indonesia.

Luhut mencontohkan, saat ini terdapat investasi di Sulawesi senilai US$ 5 miliar yang masih dalam proses tetapi tertunda lantaran pegawai dari China yang terhambat datang ke Indonesia.

Baca Juga: China serukan solidaritas ke ASEAN dalam memerangi virus corona

"Invetasi ktetap berjalan, tetapi tertunda karena banyak orang yang belum datang terutama dari Tiongkok," tutur Luhut, Kamis (20/2).

Luhut mengatakan, pihaknya pun masih mempertimbangkan, apakah akan mengizinkan pegawai selevel manajerial dari China bisa datang ke Indonesia, setelah dikarantina terlebih dahulu.

Apalagi menurutnya tidak ada larangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melarang penduduk China, selain dari Provinsi Wuhan, untuk datang ke Indonesia.

Tak hanya investasi, sektor yang terkena akibat virus corona ini adalah sektor pariwisata. Dia mengatakan, tahun lalu terdapat sekitar 2 juta turis dari China ke Indonesia. Meski tak sebesar jumlah turis China ke negara lain seperti Jepang, tetapi jumlah turis ini turut berdampak pada invesatsi, perdagangan, hingga lapangan pekerjaan.

Luhut juga menjelaskan, saat ini, pengaruh China terhadap perekonomian dunia sangat besar. Menurutnya, China berpengaruh 18% terhadap ekonomi global, lebih tinggi 4 kali hingga 5 kali lipat dibandingkan tahun 2003, saat virus SARS menyebar.

Baca Juga: Virus corona mengamuk, Daegu di Korea Selatan bak kota mati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×