kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Airlangga Pamer Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar Dunia, Lampaui Italia dan Prancis


Jumat, 31 Januari 2025 / 13:28 WIB
Airlangga Pamer Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar Dunia, Lampaui Italia dan Prancis
ILUSTRASI. Indonesia mencatat pencapaian ekonomi yang membanggakan dengan menempati peringkat ke-8 dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Indonesia mencatat pencapaian ekonomi yang membanggakan dengan menempati peringkat ke-8 dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, posisi ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara maju seperti Italia dan Prancis.

"Dari segi PPP, Indonesia sudah masuk di angka 8, itu lebih tinggi dari Italia, Prancis, dan ini suatu capaian yang baik," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (31/1).

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8%, Pendapatan Masyarakat Harus Naik 60%

Sebagai informasi, PPP merupakan metode perbandingan ekonomi yang mengukur daya beli riil suatu negara dengan menyesuaikan perbedaan harga barang dan jasa. 

Capaian ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia terus meningkat, meskipun tantangan ekonomi global masih menjadi perhatian utama.

Airlangga mengingatkan bahwa ekonomi global diproyeksikan tumbuh hanya 3,2% pada 2025, lebih rendah dari rata-rata historis.

Baca Juga: Soal Usulan BRI Jadi Bullion Bank, Airlangga Minta Deposito UMKM Beralih ke Emas

Faktor-faktor seperti volatilitas harga komoditas, suku bunga tinggi, kebijakan perdagangan proteksionis, serta perubahan iklim dapat berdampak terhadap perekonomian nasional.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah berkomitmen menjaga inflasi di kisaran 2,5% ± 1% guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional terus berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×