kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.914   -281,38   -4,54%
  • KOMPAS100 783   -41,23   -5,00%
  • LQ45 590   -29,77   -4,81%
  • ISSI 205   -9,46   -4,41%
  • IDX30 334   -15,33   -4,38%
  • IDXHIDIV20 413   -15,06   -3,52%
  • IDX80 89   -4,94   -5,27%
  • IDXV30 113   -4,40   -3,74%
  • IDXQ30 108   -4,14   -3,69%

Ahok: Orang Dinsos jangan kejar-kejar gepeng


Jumat, 22 November 2013 / 07:29 WIB
ILUSTRASI. Aduan Konsumen Didominasi Sektor E-Commerce pada Semester I-2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.


Sumber: TribunNews.co | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan pihaknya akan mengubah tata cara Dinas Sosial DKI Jakarta mengenai penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

"Saya tidak mau lagi orang Dinsos pakai rompi Dinsos kejar anak-anak turun di lampu merah. Anda harus turun pakai baju biasa ajak baik-baik ngomong masalahnya apa," ujar Basuki atau akrab disapa Ahok di Balai Kota, Kamis (21/11/2013).

Menurut Ahok, kebanyakan dari PMKS atau biasa dikenal dengan istilah Gelandangan Pengemis (Gepeng) dan anak jalanan adalah korban dari tipu daya oknum yang sengaja mencari keuntungan dari mereka yang mengemis di jalan.

"Bisa saja dia diperalat orang. Musti lihat mereka sebagai teman, lihat sebagai adik, anak, keponakan kita," tutur Ahok.

Pernyataan Ahok tersebut juga terkait dengan penanganan gepeng dan anak jalanan yang terancam kesehatannya akibat musim hujan, sehingga Pemprov DKI perlu memberikan pelayanan kepada mereka yang kebanyakan tinggal di kolong jembatan.

"Kalau orang miskin baju basah kuyup, tidak ada baju ganti, tidak ada makanan, tinggal di pinggiran netes air, mati mereka. Ini tidak boleh terjadi," ucap Ahok. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×