kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.963   -30,00   -0,18%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Agustus, serapan belanja K/L capai 56,3%, terbesar gaji pegawai dan bansos


Rabu, 25 September 2019 / 19:09 WIB
Agustus, serapan belanja K/L capai 56,3%, terbesar gaji pegawai dan bansos
REALISASI APBN 2019


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serapan belanja kementerian dan lembaga (K/L) melalui APBN 2019 cukup kencang hingga akhir Agustus lalu. Namun, serapan belanja lebih didominasi belanja pegawai dan belanja bantuan sosial yang tumbuh tinggi.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, realisasi belanja K/L mencapai Rp 481,7 triliun atau 56,3% dari pagu sepanjang tahun ini Rp 855,4 triliun.

Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, pertumbuhan belanja K/L masih dipicu oleh serapan komponen belanja pegawai dan bantuan sosial.

Baca Juga: Hingga Agustus, serapan anggaran Kementerian PUPR baru 40,2 %

Belanja pegawai mencapai 74,1% dari pagu atau sebesar Rp 166,4 triliun, sedangkan belanja Bansos mencapai Rp 78,7 triliun atau 81% dari pagu.

“Ini dua-duanya, belanja pegawai dan bansos realisasi sampai akhir Agustus lebih tinggi dari tahun lalu,” pungkas Menkeu, Selasa (24/9).

Sementara, komponen belanja barang menyerap Rp 173,7 triliun atau 50,4% dari pagu. Belanja modal terserap paling sedikit yaitu hanya 33,3% dari pagu atau sebesar Rp 63 triliun.

Menkeu juga menyoroti serapan belanja oleh 10 K/L dengan anggaran terbesar sepanjang tahun ini. Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan menyerap belanja terbesar hingga Agustus yaitu masing-masing mencapai 73% dan 71,4% dari pagu.

Baca Juga: Serapan belanja bansos kencang, capai 81% dari pagu tahun ini

“Belanja Kemenkes pun ini lebih banyak karena untuk BPJS. Belanja lainnya dalam kementerian masih perlu terus diperbaiki,” tandas Sri Mulyani.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×