CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.650   23,00   0,13%
  • IDX 6.455   -86,16   -1,32%
  • KOMPAS100 850   -8,45   -0,98%
  • LQ45 645   -5,05   -0,78%
  • ISSI 223   -3,84   -1,69%
  • IDX30 359   -2,64   -0,73%
  • IDXHIDIV20 448   -1,98   -0,44%
  • IDX80 97   -0,72   -0,74%
  • IDXV30 125   -0,53   -0,42%
  • IDXQ30 115   -0,56   -0,48%

Agustus, serapan belanja K/L capai 56,3%, terbesar gaji pegawai dan bansos


Rabu, 25 September 2019 / 19:09 WIB
REALISASI APBN 2019


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serapan belanja kementerian dan lembaga (K/L) melalui APBN 2019 cukup kencang hingga akhir Agustus lalu. Namun, serapan belanja lebih didominasi belanja pegawai dan belanja bantuan sosial yang tumbuh tinggi.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, realisasi belanja K/L mencapai Rp 481,7 triliun atau 56,3% dari pagu sepanjang tahun ini Rp 855,4 triliun.

Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, pertumbuhan belanja K/L masih dipicu oleh serapan komponen belanja pegawai dan bantuan sosial.

Baca Juga: Hingga Agustus, serapan anggaran Kementerian PUPR baru 40,2 %

Belanja pegawai mencapai 74,1% dari pagu atau sebesar Rp 166,4 triliun, sedangkan belanja Bansos mencapai Rp 78,7 triliun atau 81% dari pagu.

“Ini dua-duanya, belanja pegawai dan bansos realisasi sampai akhir Agustus lebih tinggi dari tahun lalu,” pungkas Menkeu, Selasa (24/9).

Sementara, komponen belanja barang menyerap Rp 173,7 triliun atau 50,4% dari pagu. Belanja modal terserap paling sedikit yaitu hanya 33,3% dari pagu atau sebesar Rp 63 triliun.

Menkeu juga menyoroti serapan belanja oleh 10 K/L dengan anggaran terbesar sepanjang tahun ini. Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan menyerap belanja terbesar hingga Agustus yaitu masing-masing mencapai 73% dan 71,4% dari pagu.

Baca Juga: Serapan belanja bansos kencang, capai 81% dari pagu tahun ini

“Belanja Kemenkes pun ini lebih banyak karena untuk BPJS. Belanja lainnya dalam kementerian masih perlu terus diperbaiki,” tandas Sri Mulyani.




TERBARU

[X]
×