kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

ADB: Ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% di semester II


Kamis, 25 September 2014 / 13:31 WIB
ILUSTRASI. Tambah varian produk, Jaya Swarasa Agung (TAYS) targetkan penjualan tumbuh hingga 30% selama Ramadan 2023


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Asian Development Bank percaya (ADB), pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester dua tahun 2014 akan rebound setelah sebelumnya melambat 5,2% pada semester pertama. ADB memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester II akan mencapai 5,4%.

Dengan begitu, hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi akan berada di level 5,3%. Proyeksi ini sama dengan target yang dipatok pemerintah. Ekonom ADB Edimon Ginting bilang pertumbuhan yang lebih baik, didorong oleh ekspektasi pemerintahan baru yang memberi ekspektasi positif.

Terutama, beberapa rencana kebijakannya yang dinilai bisa menyelesaikan beberapa masalah seperti perbaikan iklim investasi, reformasi birokrasi, dan percepatan pembangunan infrastruktur. "Inflasi yang lebih rendah juga akan mendukung konsumsi masyarakat tahun ini," ujar Edimon, Kamis (25/9) di Jakarta.

Konsumsi telah memberikan dorongan cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Di semester pertama 2014, ADB mencatat, porsi konsumsi swasta mencapai 60%.

Ia juga meyakini, kondisi perbaikan akan berlanjut di tahun depan. Dengan asumsi pertumbuhan investasi swasta yang lebih baik, serta trend laju inflasi rendah yang berlanjut.

Selain itu ada peluang dari sisi ekspor yang akan lebih baik dari semester pertama 2014. "Perusahaan-perusahaan tambang mineral sudah mulai melakukan aktivitas ekspornya. Sebelumnya kegiatan mereka terganjal dinamika aturan pelarangan ekspor," jelas ADB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×