Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Proses kepailitan PT Binamitra Sumberarta akan dilanjutkan dengan adanya investor yang akan mengelola perusahaan (going concern).
Salah stau kurator Binamitra Widia Gustiwardini mengatakan, langkah itu diambil berdasarkan kesepakatan para kreditur. "Ini juga merupakan solusi terbaik bagi para kreditur," ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (22/1).
Adalah PT Anugerah Bumi Kaltim (ABK) perusahaan yang juga bergerak dalam bidang pertambangan dan penjualan batubara yang berlokasi di Samarinda yang akan mengelola Binamitra.
Awalnya, lanjut Widia, PT ABK diajukan oleh kreditur mayoritas PT RPP Contractors Indonesia dan PT Ulet Bulu Mining.
Keduanya menginginkan adanya kepastian pembayaran. Apalagi, aset Binamitra dinilai tidak mampu memenuhi pembayaran tagihan para kreditur dan kepada pemerintah.
Adapun total utang Binamitra kepada seluruh krediturnya mencapai US$ 53,54 juta. Sementara kepada pemerintah US$ 373.733 sebagai royalti dan Rp 7,97 untuk jaminan reklamasi. "PT ABK menyanggupi untuk menanggung semuanya," tambah Widia.
PT ABK sendiri menawaran pembayaran kepada para kreditur yang akan selesai pada Desember 2019. Untuk pembayaran pun dilakukan per tiga bulan dan akan dimulai pada April 2017.
Pembayaran itu berdasarkan asumsi new castle index (NCI) batubara stabil US$ 83 per metrik ton. Jika nantinya NCI diatas asusmsi dimungkinkan untuk percepatan pembayaran semua kewajiban.
Dalam proposal yang diterima KONTAN, dalam periode 2017-2019 PT ABK akan mengambil alih perusahaan. Adapun diprediksi produksi batubara akan mencapai 1-1,5 juta metrik ton per tahun. Dimana, estimasi cadangan batubara Binamitra 4 juta metrik ton per tahun.
Widia menjelaskan, jika going concern ini selesai alias sudah tak memiliki kewajiban lagi kepada kreditur maka, kepailitan Binamitra akan berakhir. Dengan begitu, perusahaan dapat melanjutkan usahanya kembali."Going concern ini adalah pilihan terbaik baik bagi kreditur dan debitur," tuturnya.
Dengan begitu, para kreditut pun dalam rapat yang diadakan pekan lalu, Widia bilang, seluruhna setuju dengan going concern ini.
Sementara itu, Direktur Utama Binamitra Parulian Marbun menyampaikan, going concern merupakan jalan satu-satunya bagi pihaknya untuk mempertahankan perusahaan. Selain bisa membayar kewajiban nantinya, perusahaan bisa beroperasi kembali.
"Dalam PKPU sebelumnya, kami sempat mengajukan investor tapi ditolak oleh kreditur, tapi setelah pailit ternyata idenya sama dari para kreditur," ucapnya. Maka dari itu, ia berharap going concern ini dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













