Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyak perusahaan yang membeli Tadan Buah Segar (TBS) sawit petani dengan harga murah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ada 300 perusahaan yang masih membeli TBS sawit petani dengan harga miring.
Amran bilang, seluruh perusahaan ini sudah mulai dilakukan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.
"Kurang lebih ada 300 perusahaan tidak menaikan harga, hari ini langsung di periksa, sudah aku bersurat ke Kapolri," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Satgas Duga Ada Kartel dalam Penetapan Harga TBS Sawit Petani, Ini Kata Gapki
Amran menegaskan langkah hukum ini diambil untuk mencegah kerugian kepada petani sawit dalam jangka panjang.
Sebelumnya, harga TBS sawit ditingkat petani disebut sudah mulai terkerek naik hingga menjadi Rp 3.000 dari sebelumnya yang sempat anjlok ke level Rp 1.500.
Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin menyebut kondisi sudah mulai membaik namun belum kembali normal.
Dia mengatakan saat ini harga Crude Palm Oil (CPO) yang ditetapkan Rp 14.000/kg hingga Rp 15.000/kg. Dengan ketetapan ini, harga TBS sawit di tingkat petani seharusnya telah mencapai Rp 3.900 hingga Rp 4.000.
"Nah di petani saat ini ada ada yang Rp 2.900an, ada yang Rp 3.000an, ada yang Rp 2.700an, ada yang Rp3.000 an lebih juga. Kita harap ini terus naik," jelas Sabarudin
Serikat petani menilai penurunan ini dipicu salah satunya karena kebijakan ekspor satu pintu yang akan dilakukan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Kebijakan ini dianggap memberi ketidakpastian baru bagi pelaku usaha yang berdampak langsung bagi petani.
"Jadi kita saat ini fokus itu bagaimana kembali normal seperti sebelum penetapan kebijakan ekspor satu pintu," terang Sabarudin.
Baca Juga: SPKS: Harga TBS Sawit Petani Sudah Mulai Naik, Tapi Belum Normal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












