kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Ada 23% perusahaan Jerman berniat relokasi dari China, peluang bagi Indonesia


Kamis, 06 Agustus 2020 / 21:34 WIB
Ada 23% perusahaan Jerman berniat relokasi dari China, peluang bagi Indonesia
ILUSTRASI. Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno saat membuka rumah hutan tropis di Kebun Binatang Berlin.

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman Arif Havas Oegroseno mengungkap bahwa, ada 23% perusahaan Jerman di China yang ingin lakukan relokasi dengan tujuan negara di Asia Tenggara. Total perusahaan Jerman yang ada di China saat ini sekitar 529 perusahaan.

Sayangnya, Oegroseno menyebut belum ada informasi detail mengenai perusahaan Jerman apa saja yang akan melakukan relokasi ke Asia Tenggara nantinya. Jumlah perusahaan Jerman yang akan melakukan diungkap Oegroseno ada sekitar 115 perusahaan.

"Kita ada konsultan yang survei, ternyata dari 529 perusahaan Jerman di China 23% ingin keluar, keluarnya ingin ke Asia Tenggara. Nah tapi mereka tidak terbuka terhadap nama-nama perusahaan secara spesifik, tapi hanya asosiasi dan sektor apa saja yang diberikan," jelas Oegroseno saat Diskusi Virtual 'Strategi Peningkatan Ekspor Indonesia ke Jerman' yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) pada Kamis (6/8).

Baca Juga: Pengusaha ingin RUU Cipta Kerja disahkan secepatnya, ini alasannya

Ketua Komite Tetap Eropa Kadin Indonesia, Clayton Allen Wenas atau yang akrab disapa Tony Wenas menyebut bahwa masih ada peluang besar ke beberapa sektor di Jerman.

Selain itu Ia juga mengatakan bahwa menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia untuk dapat meningkatkan industri hilir, melihat potensi relokasi perusahaan Jerman di China ke Asia Tenggara.

"Ada PR dari kita di Indonesia untuk bagaimana industri hilir kita betul-betul harus lebih cepat lagi dan tadi kalau ada 115 perusahaan Jerman keluar dari China, nah 10 aja masuk ke Indonesia untuk bikin manufacturing di sini dan hasilnya bisa diekspor ke Jerman, mungkin hasilnya bisa meningkatkan ekspor kita ke Jerman seperti yang diharapkan," kata Tony.

Mengenai peningkatan ekspor produk Indonesia ke Jerman disampaikan Oegroseno salah satunya dapat melalui peningkatan kapasitas SDM. Oegroseno menyebut Indonesia dapat mencontoh Malaysia yang mendirikan sekolah vokasi yang bekerjasama dengan Jerman.

Oleh karenanya untuk aspek peningkatan kapasitas SDM, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin Jerman disebutnya mengusulkan pembentukan Indonesia-German Vocational Institute.

Baca Juga: BKPM bakal kejar relokasi investasi dari China

Perihal program vokasi, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani menyebut pihaknya juga bekerjasama dengan Kadin Jerman untuk menggelar pelatihan yang tujuannya untuk membentuk 1.000 supermentor.

Rosan menyebut sudah ada lebih dari 2.600 perusahaan di Indonesia yang sudah siap untuk mengikuti program vokasi tersebut.

"Karena sekarang Mulai tahun ini PMK Menteri Keuangan sudah keluar, bahwa untuk perusahaan Indonesia yang ikut program vokasi mendapatkan insentif perpajakan 200% jadi ini sedang berjalan tapi karena Covid-19 terhenti, karena ini kan 30% teori 70% di perusahaannya, kita akan cari terobosan baru akan tetap berjalan walaupun di tengah pandemi dengan ikuti protokol kesehatan yang baik dan benar," imbuhnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×