kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Abraham berang KPK disebut 'diseret'


Rabu, 05 Juni 2013 / 15:41 WIB
ILUSTRASI. Humidifier


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Rapat tim pengawas Bank Century antara pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan DPR sedikit menegang ditengah sesi pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan. Ketua KPK Abraham Samad tiba-tiba mengajukan interupsi setelah politikus PKS M. Indra mengajukan pertanyaannya terkait kemajuan penanganan kasus Bank Century.

"Saya minta saudara Indra menarik kata-kata menyeret karena KPK bukan binatang yang dengan mudah bisa diseret kesini," kata Abraham di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/6).

Ternyata keberangan Abraham itu bermula dari pernyataan Indra yang mengulang pernyataan aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BMSI) yang meminta agar KPK diseret ke Timwas jika berkali-kali menolak hadir. Interupsi tersebut lalu dijawab oleh Indra. Anggota komisi IX itu menegaskan tak mau mencabut kata-katanya.

"Saya mengutip kata-kata BEMSI. Saya tidak akan menarik kata-kata saya," tegasnya. Namun perdebatan itu tak berlangsung lama. Wakil Ketua DPR Sohibul Iman langsung memutuskan agar sesi pertanyaan dilanjutkan ke fraksi yang lain.

Sebelumnya pekan lalu, timwas Century akhirnya menerima perwakilan mahasiswa dan waria untuk menyampaikan aspirasinya. Pertemuan tersebut digelar setelah KPK batal mengikuti rapat dengan Timwas Century. Dalam kesempatan itu, juru bicara Aliansi BEM Seluruh Indonesia Muhammad Najibullah meminta Timwas Century agar memanggil paksa KPK setelah tidak datang pada saat ini.

"Kalau KPK tidak datang juga maka diseret, kenapa tidak diseret, bukankah anggota dewan punya kekuatan," kata Najib pekan lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×