kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.896   14,00   0,08%
  • IDX 9.048   15,87   0,18%
  • KOMPAS100 1.253   4,52   0,36%
  • LQ45 887   5,37   0,61%
  • ISSI 330   -0,23   -0,07%
  • IDX30 452   2,73   0,61%
  • IDXHIDIV20 534   4,38   0,83%
  • IDX80 139   0,42   0,30%
  • IDXV30 147   0,48   0,32%
  • IDXQ30 145   1,18   0,82%

2 Kasus Varian Omicron di Indonesia Alami Gejala Sedang, Ini Penyebabnya


Senin, 10 Januari 2022 / 23:15 WIB
2 Kasus Varian Omicron di Indonesia Alami Gejala Sedang, Ini Penyebabnya


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Senin (10/1), Indonesia mengonfirmasi 414 kasus varian Omicron. Dua kasus di antaranya mengalami gejala sedang. Ini penyebabnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mayoritas kasus varian Omicron di Indonesia berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. 

Sebagian besar dari pelaku perjalanan tersebut datang dari Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Menurut Budi, ada dua pasien masuk kategori sedang atau membutuhkan perawatan dengan oksigen. Kedua pasien ini masing-masing berusia 58 tahun dan 47 tahun, memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Terus Menanjak, Jangan Sampai Gelombang Ketiga Terjadi

“Sebanyak 114 orang atau sekitar 26 persen sudah sembuh, termasuk dua orang yang masuk kategori sedang dan membutuhkan perawatan oksigen, sehingga mereka bisa kembali ke rumah," katanya, dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (10/1).

"Jadi kesimpulannya, memang, walaupun Omicron cepat transmisinya, relatif lebih ringan dari severity atau keparahannya,” ujar Budi.

Karena itu, menteri kesehatan menekankan, agar masyarakat tidak usah panik tapi tetap waspada dalam menghadapi varian Omicron.

“Kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dan pengalaman menunjukkan, walaupun naiknya cepat tapi gelombang Omicron turunnya pun cepat," ungkap dia. 

"Yang penting, jangan lupa jaga prokes (protokol kesehatan), disiplin juga melakukan surveilans, dan yang paling penting percepat vaksinasi rekan-rekan kita, keluarga kita yang belum mendapatkan vaksinasi,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×