kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.901   -91,00   -0,51%
  • IDX 6.037   27,23   0,45%
  • KOMPAS100 777   3,72   0,48%
  • LQ45 596   3,40   0,57%
  • ISSI 210   1,30   0,62%
  • IDX30 331   2,64   0,80%
  • IDXHIDIV20 423   3,81   0,91%
  • IDX80 89   0,48   0,54%
  • IDXV30 115   0,86   0,76%
  • IDXQ30 108   0,64   0,60%

1.800 Ton Emas Beredar di Masyarakat, Erick: Disimpan di Bawah Bantal hingga Toilet


Minggu, 02 Maret 2025 / 11:50 WIB
1.800 Ton Emas Beredar di Masyarakat, Erick: Disimpan di Bawah Bantal hingga Toilet
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut ada sekitar 1.800 ton emas yang beredar di masyarakat.


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut ada sekitar 1.800 ton emas yang beredar di masyarakat.

Emas tersebut disimpan secara mandiri di rumah, seperti di lemari, di bawah bantal, atau di tempat tersembunyi lainnya.

Pemerintah berupaya menarik emas tersebut masuk ke sistem keuangan formal melalui bullion bank atau bank emas.

"Di masyarakat ini beredar kurang lebih 1.800 ton emas. Ada yang di bawah bantal, ada yang di toilet, bahkan ada yang disimpan di balik batu bata. Itu realitas," ujar Erick saat peluncuran bank emas di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Baca Juga: Cadangan Emas Batangan Indonesia Masih Kalah Dibanding Singapura, Ada Berapa Ton?

Pemerintah telah menugaskan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai penyedia layanan bank emas.

Erick memastikan sistem keuangan formal di Indonesia aman bagi masyarakat. Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan resmi, termasuk bank emas.

"Kita harus meyakinkan mereka bahwa ini sistem keuangan yang aman. 1.800 ton ini potensi yang luar biasa," katanya.

Menurutnya, emas yang beredar di masyarakat dapat dioptimalkan untuk mendukung perekonomian nasional.

Baca Juga: Pegadaian Targetkan Saldo Deposito Emas Capai 1,5 Ton di Akhir 2025

Oleh karena itu, pemerintah menyediakan berbagai layanan, seperti tabungan emas dan gadai emas.

"(Layanan) ini akan memudahkan masyarakat untuk menjadi bagian dari perdagangan emas nasional," ujar Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×