kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.589   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

15 danau di Indonesia dalam kondisi kritis


Kamis, 15 Mei 2014 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang bertransaksi di salah satu kantor cabang Bank BTN di Jakarta, Kamis (7/10). 


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kondisi beberapa danau besar di beberapa wilayah Indonesia berada dalam kondisi kritis. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum setidaknya ada 15 waduk besar yang kondisinya memprihatinkan.

Adapun, 15 danau tersebut adalah:

1.Danau Toba,

2. Danau Singkarak

3. Danau Kerinci

4. Danau Tondano

5. Danau Limboto

6. Danau Sentarum

7. Danau Semayang

8. Danau Melintang

9. Danau Jempang

10. Danau Sentani

11. Danau Batur

12. Danau Tempe,

13. Danau Matano

14. Danau Rawa Pening dan

15. Rawa Danau.

Mohammad Hasan, Direktur Jenderal Sumber Daya Air mengatakan, bahwa permasalahan utama yang memicu kekritisan waduk tersebut adalah besarnya tingkat sedimentasi atau pengendapan.

Berdasarkan hitungan Ditjen Sumber Daya air saja, per tahun rata- rata tingkat sedimentasi mencapao 70 juta meter kubik.

"Sedimen untuk dana, termasuk waduk salah satunya disebabkan oleh penambangan, penebangan hutan secara besar- besaran," kata Hasan Rabu (14/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×