NASIONAL
Berita
Tamrin ogah laporkan Jubir FPI ke polisi

TAMRIN AMAL TOMAGOLA VS FPI

Tamrin ogah laporkan Jubir FPI ke polisi


Telah dibaca sebanyak 331 kali
Tamrin ogah laporkan Jubir FPI ke polisi

JAKARTA. Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Tamrin Amal Tomagola  mengaku tak akan melaporkan Munarman, Juru Bicara Front Pembela Islam ke polisi. Sebab, ia merasa langkah ini percuma mengingat kekerasan sudah menjadi tabiat FPI.

Saat dihubungi langsung oleh Kontan, Jumat, (28/6, Tamrin menganggap perlakuan kasar Munarman yang menyiram dirinya dengan air di acara Talkshow salah satu televisi swasta menunjukkan siapa FPI sebenarnya. Ia bahkan menganggap tindakan Munarman sama dengan mempermalukan dirinya sendiri dan FPI secara terang-terangan di depan publik.

"Karena saat itu kamera sedang menyiarkan langsung dan terjadi peristiwa itu. Tindakan dia sesungguhnya mempermalukan dirinya dan FPI karena dia datang sebagai Jubir FPI," kata Tamrin.

Tamrin menjelaskan, seusai insiden penyiraman dan acara talkshow dihentikan sementara, ia kembali berdebat dengan Munarman. Ia mengaku dirinya mengingatkan Munarman untuk menghargai perbedaan pendapat dalam sebuah negara demokrasi. "Kalau ada beda pendapat, jangan langsung dilanjutin dengan adu jotos," paparnya.

Sebagaimana diketahui, pagi ini, Tamrin disiram air oleh Jubir FPI Munarman di Acara Talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Insiden ini dipicu oleh perdebatan mengenai masalah sweeping tempat hiburan malam menjelang bulan puasa Ramadhan di Juli mendatang.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 331 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..