kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Penurunan ekspor penyebab neraca dagang Desember defisit US$ 270 juta


Senin, 15 Januari 2018 / 14:13 WIB
Penurunan ekspor penyebab neraca dagang Desember defisit US$ 270 juta
Konpers BPS mengenai neraca dagang Indonesia


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca dagang Desember 2017 defisit US$ 270 juta. Defisit ini menjadi yang kedua di tahun ini setelah Juli lalu yang tercatat sebesar US$ 271,2 juta.

Defisit tersebut disebabkan oleh penurunan ekspor yang lebih besar dibanding penurunan impor. Ekspor tercatat turun 3,45% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 14,79 miliar. Sementara penurunan impor hanya 0,29% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 15,06 miliar.

Walaupun secara tahunan, baik ekspor maupun impor masing-masing tercatat tumbuh 6,93% year on year (YoY) dan naik 17,83% YoY.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ekspor di Desember tahun lalu itu disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 5,41% dibanding November. Sementara ekspor migas naik 17,96%.

Berdasarkan sektornya, penurunan terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 12,82%. "Pertanian mengalami penurunan. Komoditinya, buah-buahan tahunan, mete, kopi, aromatik, rempah-rempahan, ini yang turun month to month (bulanan)," kata Suhariyanto dalam keterangan pers di kantornya, Senin (15/1).

Sektor pengolahan juga turun 9,98% dibanding bulan sebelumnya. Penyebabnya, penurunan pada ekspor industri makanan, industri kendaraan bermotor, serta industri komputer, barang elektronik, dan optik. Sementara sektor pertambangan dan lainnya naik 18,95%.

Dari sisi impor, penurunannya disebabkan oleh penurunan impor bahan baku atau penolong sebesar 1,17% dibanding bulan sebelumnya. Penurunannya, disebabkan oleh penurunan pada impor helikopter dan circuit hole.

Sementara impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing naik 2,02% dan 2,43%. Meski impor barang konsumsi naik lanjut Suhariyanto, penyumbang terbesar impor masih dari impor bahan baku atau penolong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×