| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Negosiasi bea masuk dengan AS, Indonesia ingin GSP dipertahankan

Senin, 09 Juli 2018 / 14:40 WIB

Negosiasi bea masuk dengan AS, Indonesia ingin GSP dipertahankan
ILUSTRASI. Pelabuhan Los Angeles, AS

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia akan mengirimkan tim ke Amerika Serikat (AS) untuk membahas mengenai kebijakan generalized system of preferences (GSP) untuk Indonesia. Pasalnya, pemerintah AS saat ini tengah mengevaluasi sekitar 124 produk ekspor asal Indonesia untuk menentukan produk apa saja yang masih layak menerima GSP.

"Kami akan kirim tim ke AS untuk negosiasi supaya fasilitas GSP kita tetap dipertahankan," kata Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (9/7).

GSP merupakan kebijakan perdagangan suatu negara yang memberikan manfaat pemotongan bea masuk impor untuk negara penerima manfaat GSP. Sesuai ketentuan WTO, kebijakan GSP merupakan kebijakan perdagangan sepihak atau unilateral yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu negara berkembang. Apabila, GSP dihilangkan, maka bea masuk produk Indonesia ke AS bisa lebih mahal.

Lebih lanjut Oke menjelaskan, tim tersebut akan berangkat akhir Juli ini, yang terdiri dari beberapa perwakilan kementerian terkait. Salah satunya, Kementerian Pertanian yang karena komoditas pertanian termasuk produk ekspor Indonesia yang dipermasalahkan AS. Sayangnya, Oke masih enggan mnejelaskan lebih terperinci, negosiasi apa yang akan dibawa pemerintah RI ke AS.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan tim tersebut utamanya terdiri dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri. Sebab, "Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri yang menjadi ujung tombak untuk menyelesaikan," tambahnya.

Sebelum tim tersebut dikirim lanjut Sofjan, pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Indonesia di AS sudah menjelaskan hal tersebut kepada pemerintah AS.


Reporter: Adinda Ade Mustami
Editor: Sanny Cicilia

MAKROEKONOMI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0395 || diagnostic_web = 0.2482

×