| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Nasabah akhirnya seret VGMC ke polisi

Selasa, 04 Maret 2014 / 09:40 WIB

Nasabah akhirnya seret VGMC ke polisi

JAKARTA. Belum tuntas penyelesaian kasus investasi bodong PT Panen Mas, satu lagi kasus penipuan investasi kembali mencuat. Kali ini menimpa investor Virgin Gold Mining Corporation (VGMC).

Adalah Yopan Pribadi akhirnya memutuskan untuk melaporkan perusahaan investasi emas berbasis di Panama itu ke polisi dengan dugaan penipuan sebesar Rp 1,2 miliar tanggal 20 Februari 2014 lalu.

Langkah ini diambil setelah Yopan putus asa.  Selain soal pembagian dividen macet sejak Januari 2013, Yopan  tak lagi bisa menghubungi perusahaan investasi emas ini. Bahkan situsnya yang beralamat http://www.vgmc.com/ tidak dapat diakses lagi.

Upaya pengecekan lewat kuasa hukumnya Heri Ariandi hingga ke kantor pusat VGMC di London, Inggris juga tak membuahkan hasil.

Kondisi ini berbeda 360 derajat saat VGMC menjual produk investasi tahun 2012. Yopan bercerita, saat ini, VGMC mengklaim memiliki tambang emas di Afrika dan Amerika Latin.

Perusahaan ini juga mengaku memiliki sekitar 40.000 nasabah di Indonesia.  Total dana yang masuk investasi ini mencapai Rp 500 miliar.

Yopan masuk investasi VGMC sejak Oktober 2012. Menjadi nasabah convertible preffred stock, Yopan menginvestasikan dana Rp 200 juta atau setara 20 lot.  Tergiur dengan imbal hasilnya, ia menambah investasi gold senilai Rp 990 juta. Total, imbal hasil yang sempat ia terima  Rp 600 juta selama 1,5 tahun.

Namun, sejak Januari 2013, ia tak lagi menerima  pembagian dividen VGMC. Pada Juni 2013, VGMC sempat memberi penjelasan atas macetnya dividen. Perusahaan ini juga meminta nasabah mendaftarkan diri ke perusahaan yang ditunjuk, yakni Listoco yang beralamat di Nauers Corporate Service, 25 Hill Street, Mayfair, London W1J 5LW. Namun, hingga kini, tak ada penyelesaian.

Lantaran itu pula, lewat kuasa hukum Heri Ariandi, Yopan melaporkan VGMC ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dengan  tuduhan penipuan dan penggelapan dana. "Kami juga sudah melaporkan kasus ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 30 Januari 2014 silam," ujarnya.

Bahkan kasus ini juga sudah diteruskan ke Satuan Tugas Waspada Investasi yang ada di Bareskrim Mabes Polri.

Anehnya, Kadiv Humas Mabes Irjen Pol Ronny F. Sompie mengatakan belum mendapat laporan atas kasus ini. Adapun, anggota Satgas Waspada Investasi Kompol Martireni yang dihubungi Senin (3/3) belum bisa memberi komentar karena sedang rapat.

Dengan minimnya informasi serta keberadaan VGMC, sulit bagi investor berharap dananya kembali. Lagi-lagi, investor harus teliti sebelum berinvestasi, apalagi investasi semu dengan janji selangit. 

Artikel ini telah diralat melalui artikel yang berjudul: Kerugian nasabah Virgin Gold diduga triliunan rupiah.


Reporter: Yudho Winarto, Noverius Laoli
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

INVESTASI BODONG

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0466 || diagnostic_web = 0.2257

Close [X]
×