kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Menteri era SBY: Pemerintah jangan takut impor


Rabu, 09 Agustus 2017 / 18:10 WIB
Menteri era SBY: Pemerintah jangan takut impor


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Anton Apriyantono, Mantan Menteri Pertanian Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan pemerintah tak perlu ragu untuk mengimpor. Terutama demi kebutuhan mengatasi masalah pangan.

"Stok pemerintah harus cukup, impor tidak masalah," ujar Anton saat Diskusi Policy Perberasan Nasional, Rabu (9/8).

Meski begitu produksi lokal tetap harus terus ditingkatkan. Anton menyarankan agar pemerintah mengoptimalkan lahan yang ada serta melakukan perluasan lahan.

Anton sepakat perlu ada peningkatan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras mengingat harga tersebut belum berubah sejak 2015. Harga Rp 7.300 per kilogram (kg) dinilai tidak relevan lagi untuk saat ini.

Pengajar Universitas Bakrie yang juga menjadi Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera ini mengatakan kenaikan HPP tidak akan berdampak pada industri. Selain itu kerjasama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) untuk memasok beras pada Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) pun dinilai tidak mengganggu industri

Fokus utama menurut Anton adalah ketersediaan beras. Kebutuhan beras premium sendiri dinilai Anton bukan hal yang besar karena hanya di bawah 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×