kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Saran penyelesaian masalah beras dari Perpadi


Rabu, 09 Agustus 2017 / 16:22 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah harus menyelesaikan permasalahan beras secara menyeluruh. Mulai dari hulu hingga hilir.   

"Masalah beras tidak bisa diselesaikan sepotong," ujar Sutarto Alimoeso, Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) pada diskusi Policy Perberasan Nasional, Rabu (9/8).

Sutarto bilang, saat ini pemerintah kurang memperhatikan pasca panen padi. Pasca panen itu meliputi pengeringan dan penggilingan padi.

Menurutnya penggilingan saat ini dinilai tidak efisien. Karena banyak padi yang digiling dari penggilingan yang jauh dari tempat padi dipanen. Hal tersebut memberikan tambahan biaya.

Sutarto menjelaskan penggilingan padi kecil perlu dijaga dan dikembangkan sehingga dapat menyerap hasil panen petani. Pengembangan dapat dilakukan dengan memperbaiki teknologi penggilingan padi.

Sutarto membagi lima kategori dalam masalah perberasan. Antara lain adalah produksi, pasca panen, distribusi, tata niaga, dan konsumsi diversifikasi. "Masalah tersebut harus diselesaikan secara komperhensif karena saling berkaitan," terang Sutarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×