kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Saran penyelesaian masalah beras dari Perpadi


Rabu, 09 Agustus 2017 / 16:22 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah harus menyelesaikan permasalahan beras secara menyeluruh. Mulai dari hulu hingga hilir.   

"Masalah beras tidak bisa diselesaikan sepotong," ujar Sutarto Alimoeso, Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) pada diskusi Policy Perberasan Nasional, Rabu (9/8).

Sutarto bilang, saat ini pemerintah kurang memperhatikan pasca panen padi. Pasca panen itu meliputi pengeringan dan penggilingan padi.

Menurutnya penggilingan saat ini dinilai tidak efisien. Karena banyak padi yang digiling dari penggilingan yang jauh dari tempat padi dipanen. Hal tersebut memberikan tambahan biaya.

Sutarto menjelaskan penggilingan padi kecil perlu dijaga dan dikembangkan sehingga dapat menyerap hasil panen petani. Pengembangan dapat dilakukan dengan memperbaiki teknologi penggilingan padi.

Sutarto membagi lima kategori dalam masalah perberasan. Antara lain adalah produksi, pasca panen, distribusi, tata niaga, dan konsumsi diversifikasi. "Masalah tersebut harus diselesaikan secara komperhensif karena saling berkaitan," terang Sutarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×