NASIONAL
Berita
KPK bawa 5 kardus dari rumah Ketua Bappebti

KASUS SUAP TANAH MAKAM BOGOR

KPK bawa 5 kardus dari rumah Ketua Bappebti


Telah dibaca sebanyak 2138 kali
KPK bawa 5 kardus dari rumah Ketua Bappebti

JAKARTA. Setelah melakukan penggeledahan selama 10 jam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya keluar dari kediaman Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul R. Sampurnajaya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Pantauan Tribunnews.com, petugas KPK keluar dari kediaman Syahrul sekitar pukul 21.10 malam dengan mengendarai Innova hitam bernomer polisi B1819UFU. Petugas KPK terlihat membawa 5 buah kardus dari dalam rumah Syahrul.

Menurut salah seorang warga yang ikut dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita satu kardus berkas sedangkan sisanya adalah berupa alat-alat.

Tak lama setelah mobil yang membawa KPK keluar, sebuah mobil CRV abu-abu bernomor polisi B 112 UKI terlihat keluar dari dalam rumah Syahrul. Saat disorot wartawan, pria yang ada di dalam mobil tampak menutupi wajahnya dengan menggunakan jaket.

Tanpa memberikan keterangan apapun, mobil yang diduga ditumpangi Syahrul itu langsung melaju meninggalkan rumah.

KPK menggeledah rumah Syahrul di Jalan H. Jian No. 73, Cipete, terkait kasus dugaan suap pemberian izin pembangunan makam mewah di desa Antajaya, kecamatan Tanjung Sari, Bogor Jawa Barat.

Selain itu, KPK juga melakukan penggeledahan di dua lokasi lainnya terkait kasus tersebut.

"Penggeledahan di tiga tempat. Pengeledahan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB,"  kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantor KPK, Jakarta, Jumat (19/4).

Tiga tempat tersebut  adalah gedung Bappebti yang ada di jalan Kramat Raya No 172, Jakarta, kemudian di apartemen Senopati lantai 18 unit 186 Tower 3 jalan Senopati Jakarta dan rumah di Jalan H Jian no 73 Cipete Utara, Jakarta.

Tribunnews.com

Telah dibaca sebanyak 2138 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..