NASIONAL
Berita
Kenaikan elpiji 50 kg pukul industri

HARGA ELPIJI

Kenaikan elpiji 50 kg pukul industri


Telah dibaca sebanyak 975 kali
Kenaikan elpiji 50 kg pukul industri

JAKARTA. Keputusan PT Pertamina menaikkan harga elpiji 50 kilogram (kg) dari Rp 470.000 menjadi Rp 670.000 per tabung memukul para pelaku industri. Pengguna elpiji 50 kg ini kebanyakan kalangan industri, seperti restoran, hotel, dan bakeri.

Mereka ini yang terkena dampak langsung kenaikan elpiji 50 kg tersebut. Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Eddy Sutanto mengaku, kenaikan harga elpiji 50 kg sangat berdampak terhadap industri restoran.

"Tapi, berapa besar dampaknya, belum kami hitung," ujarnya. Yang jelas, biaya energi menyumbang 3% terhadap biaya produksi di industri restoran.

Pelaku Industri meyayangkan Pertamina tak melibatkan mereka dalam rencana kenaikan harga. "Itu naik secara sepihak," kata Eddy.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APEBI), Chris Hardijaya, juga keberatan dengan kenaikan harga elpiji itu. Apalagi, sebelumnya, industri juga terpukul oleh kenaikan tarif listrik dan upah buruh.      

Editor: Havid Vebri
Telah dibaca sebanyak 975 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Waralaba makanan tetap menggiurkan

    +

    Peluang bisnis waralaba dan minuman tahun depan masih menjadi pilihan yang paling menguntungkan bagi pebisnis

    Baca lebih detail..

  • Banyak jalan menuju pasar dunia

    +

    Inilah kiat dan strategi menembus pasar ekspor sejumlah komoditas agribisnis dan perkebunan

    Baca lebih detail..