kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Jokowi batal membeli helikopter VVIP


Kamis, 03 Desember 2015 / 18:39 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rencana Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) untuk melakukan pengadaan helikopter VVIP dari luar negeri mental. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menyetujui rencana tersebut.

Keputusan itu diambil setelah pemerintah menggelar rapat terbatas (ratas) mengenai pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Usai ratas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung bilang helikopter yang saat ini dimiliki masih bisa digunakan secara maksimal.

Adapun, selama ini Jokowi menggunakan helikopter super puma yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (DI). Tadinya, helikopter VVIP yang akan dibeli adalah Merlin Agusta AW101.

"Dalam kondisi keuangan seperti ini, pembelian tersebut dianggap harganya terlalu tinggi," kata Pramono, Kamis (3/12) di Istana Negara, Jakarta.

Namun demikian, pemerintah tetap akan berencana menambah jumlah helikopternya. Supaya ada backup atas helikopter yang saat ini dimiliki, mengingat luas wilayah Indonesia.

Namun, pengadaannya harus memperhatikan beberapa hal misalnya keterlibatan tenaga kerja dalam negeri. Sehingga prosesnya bisa dikaroseri atau assembling di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×