NASIONAL
Berita
Ini kabar baru untuk direksi BUMN

PERGANTIAN DIREKSI BUMN

Ini kabar baru untuk direksi BUMN


Telah dibaca sebanyak 2118 kali
Ini kabar baru untuk direksi BUMN

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengevaluasi Direksi di perusahaan BUMN yang masa jabatannya habis tahun 2013. Hingga kini, pihak Kementerian belum mengetahui, apakah jabatan direksi itu diperpanjang atau justru dilakukan pergantian.

Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi mengatakan, pergantian direksi di tubuh BUMN bukanlah yang luar biasa. Ia bilang, hampir setiap tahun Kementeriannya melakukan pergantian, pengangkatan, dan juga evaluasi atas kinerja beberapa Direksi di BUMN.

"Ada 141 BUMN dengan masa jabatan yang berbeda-beda periodenya," ujar Faisal kepada KONTAN, Senin (4/2). Faisal tak menampik, jika tahun ini banyak Direksi BUMN yang habis masa jabatannya. Ia bilang, kemungkinan diperpanjang atau diganti tergantung pada kinerja secara personal dan juga perusahaan.

Kendati begitu, Faisal menyatakan, pergantian atau perpanjangan jabatan direksi dilakukan jika waktu jabatannya hampir habis. Sekadar informasi, posisi Direksi di perusahaan BUMN hanya boleh diperpanjang sebanyak satu kali setelah masa jabatan periode pertama.

Secara otomatis direksi tersebut akan lengser apabila sudah menjabat di periode yang kedua. Hal itu tertuang dalam UU No.19/2003 tentang BUMN. Sementara itu, Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengaku, belum tahu mengenai hal itu dan dan enggan memberi komentar lebih jauh.

"Saya belum tahu soal ini, nantilah," ujar Dahlan singkat saat ditemui di Gedung DPR, Senin (4/2). Sebelumnya, santer diberitakan bahwa, ada beberapa Direksi di sejumlah BUMN yang habis masa jabatannya pada tahun 2013.

Kabarnya Direksi di Bank BUMN seperti BRI, BNI serta di BUMN lain seperti Garuda Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan juga Pertamina.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 2118 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..