: WIB    —   
indikator  I  

Ekonom: Impor Juli naik drastis karena ada puasa

Ekonom: Impor Juli naik drastis karena ada puasa

JAKARTA. Realisasi penerimaan dalam rangka impor (PDRI) yang dirilis Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyatakan realisasi PDRI khusus Juli 2017 naik 27,68% dibanding bulan Juni yang sebesar Rp 12,5 triliun.

Selain itu, jika dibandingkan dengan Juli 2016, jumlah ini naik 40,74% dibanding tahun lalu. Menurut ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, kenaikan barang impor di Juli karena impor di Juni turun akibat adanya bulan puasa.

"Bulan Juni kan ada puasa, kegiatan aktivitas melambat semua, makanya impor turun. Kemudian, di Juli kegiatan pemerintah mulai berjalan normal lagi, makanya naiknya pesat hingga 27% dari Juni yang rendah," ujar Lana ketika dihubungi KONTAN pada Jumat (4/8).

Kondisi pelambatan aktivitas ketika memasuki bulan puasa, menurut Lana, merupakan siklus yang terjadi setiap tahunnya. Ketika puasa, kegiatan usaha pun ikut puasa dan cenderung melambat.

Kemudian, setelah mudik dan kembali bekerja, kegiatan ekonomi pun kembali normal sehingga menurutnya kenaikan impor di Juli adalah hal yang wajar setelah momen perlambatan usaha.

Adanya volume impor dan penerimaan yang naik merupakan sinyal positif bagi ekonomi. Lana memprediksi, melihat aktivitas pemerintah hingga akhir tahun, angka impor Indonesia akan terus meningkat.

"Impor masih akan terus meningkat, tetapi mungkin tidak akan sebesar Juli ini. Kalau Juli kan karena Juni rendah banget terus kembali ke aktivitas normal, maka terangkat impornya. Jadi, Agustus hingga akhir tahun nanti mungkin naik, tapi tidak sampai 27%,"

Selain impor, Lana menyebutkan, siklus belanja modal pun berpotensi untuk naik hingga akhir tahun ini.

Untuk diketahui, Dari data yang diterima KONTAN, realisasi PDRI Januari-Juli 2017 mencapai Rp 106,57 triliun, naik 16,65% year on year (yoy).

Kenaikan tersebut terjadi di seluruh komponen, baik pajak pertambahan nilai (PPN) impor, pajak penjualan barang mewah (PPnBM) impor, maupun pajak penghasilan (PPh) pasal 22 impor.


Reporter Choirun Nisa
Editor Dessy Rosalina

IMPOR DAGING

Feedback   ↑ x