NASIONAL
Berita
Cadangan devisa menipis, BI Rate perlu naik

Cadangan Devisa Makin Tipis

Cadangan devisa menipis, BI Rate perlu naik


Telah dibaca sebanyak 1932 kali
Cadangan devisa menipis, BI Rate perlu naik

JAKARTA. Rabu sore (14/8) Bank Indonesia (BI) resmi melaporkan turunnya jumlah cadangan devisa (cadev) negara menjadi U$ 92,671 miliar dari cadev sebelumnya yang sebesar U$ 98,095. Hal ini berarti dalam sebulan terakhir, cadev sudah terkuras sebesar U$ 5,424 dan menyiratkan lampu kuning bagi perekonomian nasional.

Tony Prasetiantono, Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada memandang dengan menipisnya cadev ini maka kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) perlu segera dilakukan oleh bank sentral. Tony bilang BI sebaiknya segera menaikkan suku bunga setidaknya sebesar 50bps. “Saya sarankan BI rate naik, minimal jadi 7%, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Tekanan ke cadev cukup berat,“ katanya.

Tony memandang jika BI Rate tetap 6,5% tidak memadai lagi karena inflasi yang kini terjadi bisa mencapai 8,61%. Sebelumnya ia mengkhawatirkan jika BI rate tidak naik, Dana Pihak Ketiga (DPK) di bank-bank akan merosot sehingga bank pun akan mengalami kekurangan likuiditas.“Jika BI rate tidak dinaikkan, saya khawatir dana simpanan nasabah besar bakal ditarik, sehingga bank-bank kesulitan likuiditas,“ terangnya.

Menurut Tony, sebagian dana-dana yang ditarik oleh nasabah tersebut akan dibelikan valas dan dapat menyebabkan yang tekanan lebih besar lagi terhadap cadev dan kurs rupiah.

Telah dibaca sebanyak 1932 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..