| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

BI : Perdalam pasar keuangan untuk minimalisir efek gejolak dari global

Rabu, 14 Maret 2018 / 13:26 WIB

BI : Perdalam pasar keuangan untuk minimalisir efek gejolak dari global
ILUSTRASI. Rupiah di Bank Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan terus memperdalam pasar keuangan untuk menjaga stabilitas pasar saat ada gejolak di pasar global. Pendalaman pasar keuangan ini juga perlu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada arus modal dari investor asing.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulferdi mengatakan, untuk mengurangi ketergantungan tersebut pemerintah harus mengurangi pembiayaan luar negeri.

“Bagaimana mendorong transaksi berjalan terus turun defisitnya, bahkan kalau bisa jadi surplus. seperti negara-negara tetangga Malaysia, Singapura, Thailand, Korea yang nilai tukarnya stabil,” ujar Doddy di Gedung BI, Rabu (14/3).

Dengan memperdalam pasar keuangan, menurut Doddy ketergantungan pembiayaan asing trutama yang bersifat jangka pendek bisa berkurang.

Selain itu, BI juga memiliki cara untuk menahan dana yang masuk dapat bertahan lebih lama serta tidak terlalu sensitif terhadap pergerakan situasi global. Lantaran, BI tidak bisa melarang siapa saja yang boleh masuk dan melakukan investasi.

“Yang bisa kita lakukan bagaimana membuat mereka betah, tentu kita harus upayakan pasar keuangan kita liquid dan dalam,” jelas Doddy.

Doddy melanjutkan, jika pasar keuangan liquid dan dalam berguna untuk para investor yang ingin menyesuaikan portofolionya. Sehingga dampak penyesuaian tersebut tidak terlalu besar.

“Ketika ada investor yang ingin keluar, dia tidak langsung membuat pergerakan harga di pasar keuangan terlalu fluktuatif. itu langkah penting bagaimana upaya kita memperdalam pasar sehingga orang nyaman dan confidence menempatkan dananya di dalam negeri,” imbuh Doddy.

Pendalaman pasar uang ini perlu di lakukan lantaran indonesia memiliki Instrumen investasi yang terbatas. Pilihannya hanya ada dua yaki Surat Utang Negara (SBN) dan saham, meski ada obligasi korporasi namun masih sangat sedikit supply dan minatnya.

“Kalau (instrumen investasi) sedikit, begitu ada ketidakyakinan dengan Indonesia maka dia akan lari saja dari Indonesia. Jadi kita memperbanyak instrumen, sehingga kalau dia tidak nyaman dengan satu instrumen, dia tidak langsung lari,” kata Doddy.

Untuk itu, meski ini merupakan pekerjaaan rumah yang besar, pemerintah perlu mencari instrumennya terlebih dulu. Selain itu, BI juga memiliki pendekatan lain supaya menjaga pasar semakin yakni bahwa BI selalu ada di pasar untuk stabilkan harga. “Yakni dengan stabilisasi valas dan SBN,” kata Doddy.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih
Editor: Herlina Kartika

MAKROEKONOMI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0417 || diagnostic_web = 0.2012

×