NASIONAL
Berita
Aturan bea keluar ekspor baru terbit pekan depan

BEA KELUAR EKSPOR MINERAL

Aturan bea keluar ekspor baru terbit pekan depan


Telah dibaca sebanyak 547 kali
Aturan bea keluar ekspor baru terbit pekan depan

JAKARTA. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur tentang Bea Keluar (BK) ekspor mineral yang seharusnya terbit pada pekan ini akan ditunda menjadi pekan depan.

Penundaan dilakukan karena pemerintah masih melakukan pembahasan untuk perubahan ruang lingkup dan perluasan pemberlakuan BK ekspor mineral.

Semula, Agus Martowardojo, Menteri Keuangan mengungkapkan, pemerintah akan menerbitkan PMK tentang BK ekspor mineral itu pada pekan ini. "Ada sedikit perubahan lingkup. Jadi, minggu depan (PMK) baru keluar," kata Agus tanpa merinci tanggalnya, Jumat (11/5).

Sayangnya, Agus masih enggan menyebutkan perubahan lingkup pemberlakuan BK ekspor mineral tersebut. Namun yang jelas, lingkup pemberlakuannya akan diperluas. "Jadi, yang 14 mineral itu akan diperluas jenisnya, sehingga tujuan utama tetap dapat tercapai, dan pelaksanaan serta pengawasannya lebih mudah," jelas Agus.

Yang jelas, Agus bilang, besaran BK yang dipungut tetap dipukul rata sebesar 20%. Ia juga menegaskan, dalam perluasan ruang lingkupnya, tetapi pemerintah belum akan memberlakukan BK untuk komoditas batubara.

Agus menjelaskan, dalam pemberlakuan BK ekspor mineral ini, pemerintah mengutamakan pengaturan ekspor dalam bentuk biji mentah alias ore. "Kami mau mengatur (ekspor biji mentah) untuk menjaga proses nilai tambahnya bisa dilakukan di Indonesia dan untuk menjaga lingkungan," katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku telah mengusulkan 14 jenis mineral yang akan dikenakan BK ekspor. Ke 14 mineral itu adalah; tembaga, emas, perak, timah, dan timbal. Kemudian, kromium, molybdenum, platinum, bauksit, biji besi, seng, pasir besi, nikel, mangan, dan antimon.

Telah dibaca sebanyak 547 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..