NASIONAL
Berita
Arafat Tuding Jaksa Merekayasa Kasusnya

KASUS GAYUS

Arafat Tuding Jaksa Merekayasa Kasusnya


Telah dibaca sebanyak 1075 kali

JAKARTA. Sidang terdakwa Kompol Arafat Annanie kembali digelar. Arafat menuding jaksa telah merekayasa kasusnya.

"Penuntut umum telah merekayasa fakta dengan maksud untuk memperkuat dakwaan yang secara yuridis tidak dapat dipertanggung jawabkan," tegas Zaidan Asnawi, pengacara Arafat, Senin (26/7).

Zaidan mengatakan salah satu indikasi rekayasa adalah nilai suap dan barang sitaan hasil penyidik berbeda jauh dari sisi nominal. Ia bilang Arafat dituding menerima suap sebesar Rp 215,25 juta sementara berbagai barang bukti yang disampaikan penuntut umum dari hasil suap mencapai Rp 933 juta. "Nilainya jauh lebih besar dari jumlah uang yang didakwakan telah diterima terdakwa," tegasnya.

Dalam eksepsinya, Zaidan juga menuding jaksa telah menghilangkan peran atasan Arafat dalam kasus Gayus."Secara tendensius penuntut umum sama sekali tidak menguraikan secara jelas dan lengkap mengenai hirarki kewenangan yang ada pada penyidik," tegasnya.

Ia bilang, semua yang dilakukan kliennya semasa menyidik Gayus merupakan titah atasan. Arafat semata pelaksana tugas. "Dia bukan pengambil segala keputusan yang terkait dengan penyidikan,"katanya.

Menurut Zaidan, kendali penyidikan berada Brigadir Jenderal Edmond Ilyas sebagai Direktur II Bareskrim lalu ada Kepala Unit Pencucian Uang dan Perbankan Kombes Eko Budi Sampurno dan Kombes Pambudi Pamungkas serta Ketua Tim AKBP Muhammad Anwar.

Sebelumnya, jaksa mendakwa Arafat menerima duit dari tersangka utama kasus ini Gayus Tambunan sebesar US$ 45.000, yang diserahkan melalui pengacara Gayus, Haposan Hutagalung.

Arafat juga didakwa menerima suap berupa motor Harley Davidson dari Alif Kuncoro. Arafat merupakan penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

Arafat membantah telah menerima Harley itu. Dia bilang, motor gede itu hanya titipan saja. "Akan saya buktikan kalau itu hanya titipan," tegasnya.

Telah dibaca sebanyak 1075 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..