kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Yusril: GBHN harus dijadikan acuan pembangunan


Jumat, 13 Desember 2013 / 19:43 WIB
ILUSTRASI. Promo Sociolla Payday S.O.S Periode 28-31 Juli 2022


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mengatakan Garis Besar Haluan Negara (GBHN), harus diberlakukan kembali sebagai acuan pembangunan nasional.

Ditemui usai acara Debat Kandidat Capres di kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta Selatan, Jumat (13/12), Yusril yang merupakan calon presiden dari PBB itu mengaku presiden akan sangat terbantu dengan GBHN, dan tidak harus menyuguhkan program baru.

"Kalau ada GBHN orang tanya ke saya, pak Yusril, anda kan mau jadi presiden, apa program anda. Saya bilang lho emang presiden punya program ? Kan presiden melaksanakan GBHN," katanya.

Jika presiden tidak melaksanakan GBHN, sang presiden bisa dimakzulkan oleh rakyat. Tugas presiden kata dia selama lima tahun adalah merealisasikan GBHN tersebut. Namun justru kini GBHN tidak lagi diberlakukan.

Sejak reformasi, GBHN tidak diberlakukan lagi, sehingga setiap presiden yang memimpin Indonesia dalam melaksanakan pembangunan bisa mengajukan programnya sendiri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×