kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Yulianis sebut Nazaruddin pengatur pembagian fee


Rabu, 25 Januari 2012 / 15:34 WIB
ILUSTRASI. Tetapkan Disiplin Protokol Kesehatan:


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Test Test

JAKARTA. Keterlibatan mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dalam kasus suap Wisma Atlet Jakabaring di Palembang makin benderang. Yulianis, orang yang mengendalikan keuangan di perusahaan milik Nazaruddin, PT Permai Group dan menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (25/1), menyebutkan peran terdakwa Nazaruddin.

Dalam kesaksiannya, Yulianis membeberkan sejumlah transaksi terkait dengan tender pembangunan kasus wisma atlet, termasuk pembagian fee hasil pemenangan tender tersebut.

Seluruh dana hasil fee dari tender wisma atlet dilaporkan kepada Nazaruddin selaku pemilik perusahaan. "Semua dana yang diterima oleh perusahaan dilaporkan dan diketahui Bapak (Nazaruddin)," kata Yulianis.

Menurut pengakuan Yulianis, Nazarudinlah yang mengatur pembagian fee yang diterima PT DGI. Termasuk fee sebesar Rp 5 miliar untuk Angelina Sondakh, dan juga untuk I Wayan Koster. "Pak Nazarlah yang mengatur siapa siapa saja yang boleh menerima," kata Yulianis.

Termasuk juga fee yang diterima oleh Nazaruddin sebesar Rp 4,3 miliar. Fee itu juga diyakini sebagai uang suap yang dinikmati oleh Nazaruddin, sebagai bagian pemenangan proyek wisma atlet SEA Games senilai Rp 191,6 miliar.

Yulianis menambahkan, Nazaruddin juga pernah memerintahkan dirinya untuk menagih fee dari PT DGI. Pada awalnya, Nazaruddin memintanya untuk menagih fee sebesar 21% dari keseluruhan pembangunan wisma atlet sebesar Rp 191 miliar. Namun, Nazaruddin hanya mendapatkan 13% dari PT DGI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×