kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Wilayah suaka pajak digarap usai tax amnesty


Selasa, 21 Juni 2016 / 11:39 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah tampaknya serius dengan rencana menyediakan satu wilayah khusus yang memiliki fasilitas seperti di negara-negara surga pajak atau tax haven . Bahkan pemerintah menginginkan rencana tersebut bisa terealisasi secepatnya.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah masih akan menyiapkan rencana tersebut. Bambang bilang, tahap persiapan akan dilakukan hingga Tax Amnesty diberlakukan. Ia berharap, setelah pemberlakuan Tax Amnesty selesai, wilayah tersebut bisa dimanfaatkan pengusaha Indonesia.

"Begitu Tax Amnsty selesai berlaku, pengusaha itu tahu kalau dia ingin punya bisnis di luar negeri, dia bisa SPV (special purpose vihicle) di dalam negeri," kata Bambang, Selasa (21/6) malam.

Meski demikian, Bambang masih enggan merinci insentif yang akan diberikan untuk wilayah khusus tersebut. Yang jelas kata Bambang, kewajiban pajak di wilayah tersebut nantinya akan lebih ringan.

Pemerintah mencatat, ada sekitar 5.000 perusahan cangkang milik pengusaha Indonesia di luar negeri. Hal ini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Sebab, hal itu berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sisi pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×