kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Waspada! Jakarta terindikasi rentan terkena likuifaksi


Kamis, 21 November 2019 / 15:07 WIB
Waspada! Jakarta terindikasi rentan terkena likuifaksi
ILUSTRASI. Monas, ikon kota Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Secara umum, kondisi geografis dan geologis Indonesia yang berada di lempeng Pasifik, lempeng eurasia dan Indo-Australia, menyebabkan konsekuensi tingginya ancaman bencana dan bahaya di Indonesia, salah satunya bencana likuifaksi.

Likuifaksi merupakan fenomena meluluhnya massa tanah akibat guncangan gempa yang menyebabkan tanah kehilangan kekuatannya.

Baca Juga: Peringatan dini BMKG: Hari ini hujan lebat berpotensi mengguyur 6 provinsi

Ginda Hasibuan, Kepala Sub Bidang Evaluasi Geologi Teknik Kementerian ESDM menjelaskan ada beberapa penyebab terjadinya likuifaksi di Indonesia. Pertama, dari aspek seismisitas yang meliputi adanya potensial guncangan gempa di suatu daerah dan percepatan tanah puncak.

Kedua, dari aspek geologi yang meliputi adanya endapan kuarter dan adanya tanah berpasir yang halus dan berseragam dan ketiga adanya aspek air tanah yang ditunjang oleh kedalaman muka air tanah.

Baca Juga: Apakah besok akan hujan? Mungkin iya di Palangka Raya dan kota-kota ini

"Berdasarkan data kita peta 100:1.000, Jakarta memiliki kerentanan terjadinya Likuifaksi tapi ini masih menggunakan data regional belum lokal jadi potensi secara detailnya belum bisa kita pastikan" ujarnya di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Pasalnya, Jakarta merupakan daerah yang berpotensi terjadinya gempa. Berdasarkan besaran gempa, studi literatur dan penelitian Badan Geologi mengatakan besaran gempa yang menyebabkan terjadinya likuifaksi berada di angka 6 skala Richter.

Namun dalam arti walapun besaran angka gempa kecil namun tingkat ketebalan tanah dan endapan kuarter yang tidak sanggup menopang, Likuifaksi bisa jadi terjadi.

Baca Juga: Peringatan dini BMKG: Hari ini hujan lebat berpotensi mengguyur 9 provinsi

Ginda juga menjelaskan ketika bencana tsunami yang menghantam Aceh tidak terlihat likuifaksinya disebabkan disapunya oleh gelombang tsunami dan belum didorongnya bukti-bukti yang realis. "Kami tidak menemukan adanya likuifaksi disana karena disapu oleh tsunami dan semua orang fokus sama tsnuaminya," jelasnya.

Sementara mengenai pencegahannya, Ginda menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah dalam waktu dekat ini masih mencoba dan sedang mengusahakan sosialisasi untuk menyebarkan informasi ke masyarakat dengan harapan semua stakeholder bisa berkerja sama.

Baca Juga: BMKG: Gempa M 5.9 guncang Bitung Sulawesi Utara, tidak berpotensi tsunami


Tag

Video Pilihan

TERBARU

×