kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Waspada flu burung, pemerintah minta warga laporkan unggas mati


Selasa, 10 Januari 2012 / 19:43 WIB
ILUSTRASI. Jumlah kabupaten/kota zona merah menurun menjadi 92 kabupaten/kota dari sebelumnya 108 kabupaten/kota.


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bloomberg | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah Indonesia memperluas pengawasan terhadap sebaran virus flu burung setelah penyakit ini diduga menyerang salah seorang pria di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pria yang meninggal 7 Januari lalu itu diduga terinfeksi virus H5N1 setelah melakukan kontak dengan burung merpati yang sudah mati. Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, menyebutkan, saat ini pihaknya sedang sedang menunggu hasil tes untuk mengkonfirmasi penyakit tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono kepada wartawan hari ini menghimbau setiap warga segera melaporkan setiap kematian mendadak pada unggas yang sebelumnya memiliki gejala mirip flu.

Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan, saat ini terdapat 182 kasus infeksi virus flu burung pada manusia. Kasus tersebut terjadi sejak tahun 2005 dengan angka kasus tertinggi di Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Rencananya, esok hari (11/1) Dinas Pertanian Jakarta akan melakukan pemeriksan unggas di rumah potong hewan di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×