kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Wapres Kalla berharap bunga deposito bank turun


Kamis, 12 November 2015 / 15:46 WIB
Wapres Kalla berharap bunga deposito bank turun


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA.  Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggalakkan Kampanye Yuk Nabung Saham untuk meningkatkan investasi saham.

Namun Wapres berharap agar bunga deposito perbankan juga diturunkan sehingga masyarakat tertarik berinvestasi saham. 

"Bunga perbankan juga relatif jangan terlalu tinggi sehingga orang memilih investasi," ujar JK saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran Kampanye "Yuk Nabung Saham" di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Dia menjelaskan, setiap calon investor pasti akan melihat bunga perbankan sebelum memutuskan akan berinvestasi. 

Menurut JK, apabila bunga deposito naik, investasi saham jadi tak menarik. Katanya itu rumus sederhana. 

Oleh karena itu, Wapres meminta OJK dan Bank Indonesia (BI) untuk saling sinergi membuat kebijakan sehingga upayanya peningkatan investasi saham tak sia-sia. Salah satunya yakni dengan mematok bunga deposito yang tak terlampau tinggi. 

Beberapa negara tutur dia, masyarakatnya mau berinvestasi saham karena bunga depositonya rendah. Tak perlu jauh-jauh, bunga deposito perbankan di Singapura hanya 1 persen. Sementara di Indonesia ucap JK, tingkat bunga depositonya jauh lebih tinggi. "Apabila ingin menaikkan investasi saham, jangan naikkan bunga perbankannya," kata Wapres. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×