kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Wapres beberkan komitmen pemerintah mengembangkan ekonomi syariah


Rabu, 13 November 2019 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) menjawab pertanyaan media di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (8/11/2019).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia merupakan negara yang menganut dua sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi keuangan syariah dan sistem ekonomi keuangan konvensional. Pemerintah pun berharap agar kedua sistem ekonomi tersebut bisa tumbuh beriringan dan bersinergi.

Pemerintah juga ingin mengejar pangsa pasar ekonomi syariah negara muslim lainnya, seperti Mesir dengan pangsa pasar 9,5%, Pakistan sebesar 10,4%, dan Malaysia yang telah mencapai 28,2%.

Baca Juga: Wapres: Keuangan dan ekonomi syariah bisa perkokoh ketahanan ekonomi nasional

Menurut Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma'ruf Amin, usaha yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk mengembangkan ekonomi keuangan syariah adalah dengan memperkuat kelembagaan ekonomi syariah lewat revisi peraturan presiden (perpres) No. 91 Tahun 2016 Tentang Komite Nasional Keuangan Syariah.

Hal yang akan diubah dalam perpres tersebut adalah pertama, perubahan lingkup keuangan syariah diperluas menjadi ekonomi syariah. "Jadi tidak hanya menyentuh bidang keuangan saja, tetapi juga sudah masuk menjadi lingkup ekonomi," kata Ma'ruf, Rabu (13/11).

Selanjutnya adalah dengan perubahan struktur kelembagaan, dengan presiden dan wapres turun langsung ke dalamnya. Ia menyebut presiden nantinya akan menjadi ketua lembaga, dan wapres yang akan menjadi ketua harian.

Baca Juga: Tingkatkan ekonomi syariah, BI dorong pembentukan holding pesantren




TERBARU

[X]
×