kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.812   55,00   0,31%
  • IDX 6.158   -48,01   -0,77%
  • KOMPAS100 813   -7,07   -0,86%
  • LQ45 624   -6,87   -1,09%
  • ISSI 216   -1,46   -0,67%
  • IDX30 356   -3,98   -1,11%
  • IDXHIDIV20 441   -6,22   -1,39%
  • IDX80 94   -0,72   -0,76%
  • IDXV30 121   -2,00   -1,62%
  • IDXQ30 115   -1,52   -1,30%

Wabah corona persulit pencapaian target SDGs, Jokowi minta ada terobosan


Kamis, 17 Desember 2020 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi)


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, pandemi virus corona (Covid-19) memperburuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Tidak hanya Indonesia, pencapaian SDGs global.pun dinilai ikut berpengaruh. Pandemi Covid-19 telah menimbulkan krisis baik di sektor kesehatan mau pun ekonomi.

"Pandemi telah akibatkan krisis kesehatan dan perekonomian yang memperburuk pencapaian SDGs Indonesia, bahkan juga capaian SDGs dunia," ujar Jokowi dalam konferensi tahunan SDGs tahun 2020, Kamis (17/12).

Jokowi bilang, saat ini tantangan untuk mencapai target SDGs semakin berat. Meski begitu, itu tak bisa menyurutkan semangat dalam mencapai target SDGs.

Baca Juga: Jokowi beri vaksin Covid-19 gratis ke seluruh masyarakat, Kemenkeu kaji anggarannya

SDGs menjadi penting karena dianggap sejalan dengan visi pemerintah saat ini. Yakni dengan mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, untuk memberikan kesejahteraan yang berkeadilan.

Oleh karena itu Jokowi meminta agar adanya terobosan dalam mencapai target SDGs. Jokowi meminta pemanfaatan teknologi untuk mencapai tujuan tersebut.

"Tidak ada cara lain, bahwa inovasi harus terus dilakukan, cara yang lebih efektif dan efisien harus terus dikembangkan, hasil yang lebih maksimal harus terus diperjuangakan," terang Jokowi.

Jokowi mendorong keterlibatan akademisi dalam mencapai target SDGs. Nantinya masukan akademisi tersebut akan menjadi acuan dalam membuat kebijakan.

"Saya minta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas untuk siapkan orkestrasi nasional yang berkelanjutan agar pemanfaatan Iptek dapat dimaksimalkan di dalam perumusan kebijakan dan dalam pelaksanaan program pemerintah termasuk untuk percepatan pencapaian target SDGs," jelasnya.

Selanjutnya: Ini lo latar belakang keputusan Presiden Joko Widodo menggratiskan vaksin Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×