kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Vonis Salman Nuryanto lebih berat dari tuntutan


Senin, 11 Desember 2017 / 12:36 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari yang dinanti-nanti oleh nasabah Koperasi Simpan Pinjam Pandawa (KSP) Mandiri Group akhirnya tiba juga. Hari ini (11/12), Pengadilan Negeri Depok menjatuhi hukuman penjara 15 tahun, denda Rp 200 miliar, dan subsider 6 bulan kepada Pimpinan Koperasi Pandawa Dumeri atau Salman Nuryanto.  

"Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta menghimpun usaha dana masyarakat tanpa izin usaha yang dilakukan secara berlanjut," kata Hakim Yulinda, di Pengadilan Negeri Depok, hari ini.

Selain itu, Pengadilan memerintahkan seluruh aset Salman juga disita dan dilelang oleh negara.

Jika dilihat, Nuryanto mendapat hukuman lebih berat ketimbang tuntutan jaksa. Asal tahu saja, Jaksa Penuntut Umum meminta hakim menjatuhkan hukuman 14 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 miliar, subsidier enam bulan. Jaksa menjerat Nuryanto dengan tuduhan pelanggaran UU Perbankan tentang penghimpunan dana dan KUHPidana.

Sementara itu, sebelumnya, nasabah Koperasi Pandawa meminta seluruh aset Nuryanto dan 26 leader lainnya dikembalikan untuk nasabah.

"Tidak masalah mau dikembalikan lewat (eksekutor) tim kurator kepailitan atau jaksa, yang penting seluruh hasil eksekusi itu dikembalikan seluruhnya kepada para nasabah," ungkap kuasa hukum 10 nasabah KSP Pandawa Mandiri, Sardi Tambunan kepada KONTAN, Minggu (10/12).

Nasabah juga meminta agar aset-aset Pandawa diserahkan kepada para nasabah. Hal itu mengingat, seluruh aset-aset tersebut didapat dari uang nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×