kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.784   -34,00   -0,20%
  • IDX 8.047   124,49   1,57%
  • KOMPAS100 1.126   18,02   1,63%
  • LQ45 818   11,61   1,44%
  • ISSI 285   6,90   2,48%
  • IDX30 428   7,25   1,72%
  • IDXHIDIV20 513   7,20   1,43%
  • IDX80 126   2,14   1,74%
  • IDXV30 140   4,18   3,09%
  • IDXQ30 139   1,46   1,07%

Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Pengamat Ini Sebut Akibat Kebijakan yang Tergesa-Gesa


Selasa, 18 Februari 2025 / 20:02 WIB
Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Pengamat Ini Sebut Akibat Kebijakan yang Tergesa-Gesa
ILUSTRASI. Belakangan di media sosial ramai tagar #KaburAjaDulu. Tagar ini merupakan ungkapan kekecewaan warga negara indonesia terhadap kondisi ekonomi,


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan di media sosial ramai tagar #KaburAjaDulu. Tagar ini merupakan ungkapan kekecewaan warga negara indonesia terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan keadilan yang dianggap semakin carut marut, termasuk soal pemangkasan anggaran. 

Direktur Ekonomi, Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, munculnya tagar itu merupakan dampak dari banyak kebjakan yang diambil pemerintah tanpa melibatkan diskursus secara mendalam atau tergesa-gesa. 

"Hampir semua kebijakan dilakukan secara grusa-grusu, tanpa ada pertimbangan dampak yang akan terjadi kedepanya," jelas Huda pada Kontan.co.id, Selasa (18/2). 

Akibatnya, tambah Huda, banyak kebijakan yang baru diimplemntasikan kemudian dicabut dalam waktu yang tidak lama. 

Baca Juga: Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Ini Reaksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Youtubenya

Huda menilai kebijakan yang diambil tanpa perencanaan ini bisa menyebabkan pergolakan ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian. 

"Hingga ada muncul tagar #KaburAjaDulu yang menunjukkan masyarakat sudah jenuh akan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat," kata Huda. 

Untuk itu, Huda berharap ke depan pemerintah dapat mengutamakan kebijakan publik yang lebih dialogis dengan melibatkan partisipasi masyarakat.  

"Publik ini juga mempunyai keinginan agar aspirasi mereka bisa didengar dan diimplementasikan oleh pemerintah. Tidak ada lagi kebijakan yang diambil terburu-buru, tidak ada lagi aksi heroik Prabowo," kata Huda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×