kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Pengamat Ini Sebut Akibat Kebijakan yang Tergesa-Gesa


Selasa, 18 Februari 2025 / 20:02 WIB
Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Pengamat Ini Sebut Akibat Kebijakan yang Tergesa-Gesa
ILUSTRASI. Belakangan di media sosial ramai tagar #KaburAjaDulu. Tagar ini merupakan ungkapan kekecewaan warga negara indonesia terhadap kondisi ekonomi,


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan di media sosial ramai tagar #KaburAjaDulu. Tagar ini merupakan ungkapan kekecewaan warga negara indonesia terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan keadilan yang dianggap semakin carut marut, termasuk soal pemangkasan anggaran. 

Direktur Ekonomi, Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, munculnya tagar itu merupakan dampak dari banyak kebjakan yang diambil pemerintah tanpa melibatkan diskursus secara mendalam atau tergesa-gesa. 

"Hampir semua kebijakan dilakukan secara grusa-grusu, tanpa ada pertimbangan dampak yang akan terjadi kedepanya," jelas Huda pada Kontan.co.id, Selasa (18/2). 

Akibatnya, tambah Huda, banyak kebijakan yang baru diimplemntasikan kemudian dicabut dalam waktu yang tidak lama. 

Baca Juga: Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Ini Reaksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Youtubenya

Huda menilai kebijakan yang diambil tanpa perencanaan ini bisa menyebabkan pergolakan ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian. 

"Hingga ada muncul tagar #KaburAjaDulu yang menunjukkan masyarakat sudah jenuh akan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat," kata Huda. 

Untuk itu, Huda berharap ke depan pemerintah dapat mengutamakan kebijakan publik yang lebih dialogis dengan melibatkan partisipasi masyarakat.  

"Publik ini juga mempunyai keinginan agar aspirasi mereka bisa didengar dan diimplementasikan oleh pemerintah. Tidak ada lagi kebijakan yang diambil terburu-buru, tidak ada lagi aksi heroik Prabowo," kata Huda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×