kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.886   11,00   0,07%
  • IDX 7.439   -2,37   -0,03%
  • KOMPAS100 1.033   -4,16   -0,40%
  • LQ45 757   -3,43   -0,45%
  • ISSI 263   0,12   0,05%
  • IDX30 400   -1,52   -0,38%
  • IDXHIDIV20 493   -1,96   -0,40%
  • IDX80 116   -0,56   -0,48%
  • IDXV30 134   -0,61   -0,45%
  • IDXQ30 129   -0,30   -0,24%

Venezuela Bergejolak, Barantin Pastikan Pasokan Kacang Hijau dan Kakao Aman


Kamis, 15 Januari 2026 / 16:14 WIB
Venezuela Bergejolak, Barantin Pastikan Pasokan Kacang Hijau dan Kakao Aman
ILUSTRASI. Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean. (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan bahwa gejolak politik dan tekanan internasional yang tengah melanda Venezuela tidak akan mengganggu stabilitas perdagangan komoditas pertanian, peternakan, maupun perikanan Indonesia. Minimnya ketergantungan terhadap negara tersebut menjadi alasan utama pasokan nasional tetap aman.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menjelaskan bahwa situasi di Venezuela, terutama di sektor energi, tidak memberikan dampak langsung terhadap pasokan pangan strategis di tanah air. Hal ini dikarenakan volume impor dari negara tersebut sangatlah kecil jika dibandingkan dengan total kebutuhan nasional.

Baca Juga: Menko Airlangga: Konflik AS–Venezuela Belum Berdampak ke Harga BBM Domestik

"Dinamika geopolitik global yang berkembang tidak berpengaruh langsung terhadap perdagangan komoditas pertanian Indonesia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya ketergantungan Indonesia terhadap Venezuela sebagai negara asal komoditas pangan strategis," kata Sahat dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan data sistem Best Trust Barantin, impor kacang hijau asal Venezuela sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 9.081 ton atau hanya sekitar 0,63% dari total volume nasional. Sementara itu, impor kakao biji tercatat hanya 680 ton atau 0,01% dari total volume nasional.

Sahat menekankan bahwa kontribusi Venezuela terhadap pasokan nasional sangat terbatas. Begitu pula dengan kinerja ekspor Indonesia ke Venezuela, yang mencakup minyak sawit, kayu olahan, tuna, hingga benih kelapa sawit, jumlahnya juga relatif tidak signifikan.

Baca Juga: AS Tangkap Presiden Venezuela, Harga BBM RI Masih Aman? Ini Penjelasan Ekonom

Untuk mengantisipasi ketidakpastian global, Barantin telah menjalankan strategi diversifikasi sumber negara asal. Kebutuhan kacang hijau nasional dapat dialihkan ke negara lain seperti Australia dan Kanada, sementara kakao biji dipasok dari Pantai Gading, Ghana, dan Ekuador.

Di sisi lain, Barantin tetap memperketat fungsi pengawasan melalui tindakan karantina dan biosekuriti guna melindungi sumber daya alam hayati Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan keamanan pangan di tengah dinamika global.

"Barantin memastikan bahwa stabilitas perdagangan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global," pungkas Sahat.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: AS - Venezuela Memanas, Pasar Saham Malah Merespons Positif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×