kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Utang Pemerintah Capai Rp 7.805 Triliun Didominiasi SBN, Ini Kata Ekonom


Jumat, 28 Juli 2023 / 10:28 WIB
Utang Pemerintah Capai Rp 7.805 Triliun Didominiasi SBN, Ini Kata Ekonom
ILUSTRASI. Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4). Utang Pemerintah Capai Rp 7.805 Triliun Didominiasi SBN, Ini Kata Ekonom.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Utang pemerintah pusat kembali naik. Dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), per akhir Juni 2023, posisi utang pemerintah di level Rp 7.805,19 triliun, lebih tinggi 0,23% dari akhir bulan sebelumnya.

Secara terperinci, utang pemerintah didominasi instrumen surat berharga negara (SBN) yang kontribusinya sebesar 89,04%. 

Hingga akhir Juni 2023, penerbitan SBN tercatat sebesar Rp 6.950,10 triliun. 

Baca Juga: The Fed Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps, Ini Dampaknya Bagi Pasar Obligasi

Sementara Rp 855,09 triliun merupakan utang dalam bentuk pinjaman. Kontribusinya mencapai 10,96% terhadap total utang pemerintah pusat.

Dengan perkembangan tersebut, rasio utang pemerintah mencapai 37,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Kemenkeu menyebut, pemerintah mengelola utang secara baik dengan risiko yang terkendali melalui komposisi mata uang, suku bunga, maupun jatuh tempo yang optimal.

Meski naik, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, kenaikan utang pemerintah per akhir Juni 2023 sebesar Rp 105,19 triliun dari akhir 2022, lebih rendah dibanding kenaikan utang akhir Juni 2022 dari akhir tahun 2021 yang sebesar Rp 214,75 triliun. 

Baca Juga: Naik Lagi, Utang Pemerintah Capai Rp 7.805 Triliun per Juni 2023

Hal ini sejalan dengan surplus APBN yang lebih tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan belanja melambat.

Ia juga melihat, konsolidasi fiskal terus berlanjut sehingga pengelolaan utang semakin baik. 

Oleh sebab itu, "Lembaga pemeringkat R&I menaikkan outlook rating utang Indonesia dari stabil menjadi positif," kata Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×