kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.778   37,00   0,21%
  • IDX 6.491   85,20   1,33%
  • KOMPAS100 845   11,22   1,35%
  • LQ45 639   6,41   1,01%
  • ISSI 229   3,63   1,61%
  • IDX30 357   3,15   0,89%
  • IDXHIDIV20 435   3,09   0,71%
  • IDX80 96   1,27   1,34%
  • IDXV30 121   1,08   0,90%
  • IDXQ30 113   0,73   0,65%

Utang Luar Negeri Pemerintah Mencapai US$ 215,9 Miliar pada Februari 2026


Rabu, 15 April 2026 / 14:20 WIB
Utang Luar Negeri Pemerintah Mencapai US$ 215,9 Miliar pada Februari 2026
ILUSTRASI. Bank Indoensia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri pemerintah pada Februari 2026 mencapai US$ 215,9 miliar. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indoensia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri pemerintah pada Februari 2026 mencapai US$ 215,9 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyebut, utang luar negeri pemerintah tersebut secara tahunan tumbuh sebesar 5,5% year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 5,6% yoy.

“Perkembangan posisi utang luar negeri pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang,” tulis Anton dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 437,9 Miliar pada Februari 2026

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan utang luar negeri pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0% dari total utang luar negeri pemerintah.

Lalu, administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib 20,3%, jasa pendidikan 16,2%, konstruksi 11,6%, serta transportasi dan pergudangan 8,5%.

Posisi utang luar negeri pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98% dari total utang luar negeri pemerintah.

Sementara itu, utang luar negeri Bank Indonesia mencapai US$ 28,29 miliar, atau naik dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 25,46 miliar.

Anton menyebut, peningkatan utang luar negeri Bank Indonesia didorong kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter yang diterbitkan BI sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global.

Baca Juga: BI: IMF dan Investor Global Memandang Indonesia Mampu Jaga Keseimbangan Stabilitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×