kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Utang Luar Negeri Pemerintah Mencapai US$ 215,9 Miliar pada Februari 2026


Rabu, 15 April 2026 / 14:20 WIB
Utang Luar Negeri Pemerintah Mencapai US$ 215,9 Miliar pada Februari 2026
ILUSTRASI. Bank Indoensia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri pemerintah pada Februari 2026 mencapai US$ 215,9 miliar. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indoensia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri pemerintah pada Februari 2026 mencapai US$ 215,9 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyebut, utang luar negeri pemerintah tersebut secara tahunan tumbuh sebesar 5,5% year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 5,6% yoy.

“Perkembangan posisi utang luar negeri pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang,” tulis Anton dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 437,9 Miliar pada Februari 2026

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan utang luar negeri pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0% dari total utang luar negeri pemerintah.

Lalu, administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib 20,3%, jasa pendidikan 16,2%, konstruksi 11,6%, serta transportasi dan pergudangan 8,5%.

Posisi utang luar negeri pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98% dari total utang luar negeri pemerintah.

Sementara itu, utang luar negeri Bank Indonesia mencapai US$ 28,29 miliar, atau naik dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 25,46 miliar.

Anton menyebut, peningkatan utang luar negeri Bank Indonesia didorong kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter yang diterbitkan BI sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global.

Baca Juga: BI: IMF dan Investor Global Memandang Indonesia Mampu Jaga Keseimbangan Stabilitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×