kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Utang Luar Negeri Pemerintah Mencapai US$ 215,9 Miliar pada Februari 2026


Rabu, 15 April 2026 / 14:20 WIB
Utang Luar Negeri Pemerintah Mencapai US$ 215,9 Miliar pada Februari 2026
ILUSTRASI. Bank Indoensia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri pemerintah pada Februari 2026 mencapai US$ 215,9 miliar. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indoensia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri pemerintah pada Februari 2026 mencapai US$ 215,9 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyebut, utang luar negeri pemerintah tersebut secara tahunan tumbuh sebesar 5,5% year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 5,6% yoy.

“Perkembangan posisi utang luar negeri pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang,” tulis Anton dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 437,9 Miliar pada Februari 2026

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan utang luar negeri pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0% dari total utang luar negeri pemerintah.

Lalu, administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib 20,3%, jasa pendidikan 16,2%, konstruksi 11,6%, serta transportasi dan pergudangan 8,5%.

Posisi utang luar negeri pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98% dari total utang luar negeri pemerintah.

Sementara itu, utang luar negeri Bank Indonesia mencapai US$ 28,29 miliar, atau naik dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 25,46 miliar.

Anton menyebut, peningkatan utang luar negeri Bank Indonesia didorong kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter yang diterbitkan BI sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global.

Baca Juga: BI: IMF dan Investor Global Memandang Indonesia Mampu Jaga Keseimbangan Stabilitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×