kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Utang Luar Negeri Indonesia Tercatat Sebesar US$ 407,3 Miliar Pada Februari 2024


Sabtu, 20 April 2024 / 05:05 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Tercatat Sebesar US$ 407,3 Miliar Pada Februari 2024
ILUSTRASI. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik pada Februari 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat pada Februari 2024.

Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN pada Februari  2024 tercatat sebesar US$ 407,3 miliar, atau tumbuh 1,4% year on year (yoy), meningkat dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 0,2% yoy.

Asisten Gubernur BI Erwin Haryono menjelaskan, Peningkatan tersebut terutama bersumber dari sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral.

“Perkembangan posisi ULN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap beberapa mata uang global, termasuk rupiah,” tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/4).

Baca Juga: Beban Bunga Utang Berpeluang Bertambah Imbas Pelemahan Rupiah

Meski begitu, Erwin menyebut struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,5%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,9% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×