kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Usai menjabat di KPK, Bibit jadi penyalur satpam


Kamis, 04 Oktober 2012 / 16:04 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Setelah keluar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir 2011 lalu, Bibit Samad Rianto kini lebih banyak menghabiskan kesehariannya menjadi dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Selain itu, purnawirawan Polri berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) ini juga mengelola sebuah perusahaan penyedia jasa pengamanan swasta. "Selain itu yah di sini, ini bidang security, badan usaha jasa pengamanan. Ini swasta, menyalurkan jasa pengamanan seperti satpam. Ini baru kami rintis," ujar Bibit ditemui di kantornya, bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (3/10).

Sayangnya, Bibit menolak menyebutkan posisinya di perusahaan penyalur satpam tersebut. "Enggak tahulah, pokoknya apa saja," ujar mantan Wakil Ketua KPK bidang penindakan itu. Pantauan Tribunnews, gedung tempat Bibit berkantor itu berhadapan dengan kantor lamanya, KPK.

Perlu diketahui, di UNJ, Bibit mengajar mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia. Sementara di PTIK, Ia mengajar mata kuliah corporate crime, ilmu kepolisian, hukum kepolisian, dan manajemen. “Saya dosen tidak tetap. Usia saya sudah 67 tahun, kalau dosen tetap di bawah 60 tahun," jelasnya.

Bibit mengatakan, bahwa sampai saat ini dirinya masih concern pada pemberantasan korupsi dan tidak terpikirkan akan ke bidang lain. Hal itu dilakukan Bibit karena ia menganggap korupsi masih menjadi masalah serius di republik ini.

"Makanya saya mau membangun 'Gerakan Moral Memerangi Korupsi.' Bentuknya LSM. Ini sedang kami rintis dan tinggal dideklarasikan saja," jelasnya. (Abdul Qodir/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×