kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Upayakan Stabilisasi Harga, Sri Mulyani Berharap Inflasi Akan Tetap Terjaga di 4%


Selasa, 07 Juni 2022 / 17:35 WIB
Upayakan Stabilisasi Harga, Sri Mulyani Berharap Inflasi Akan Tetap Terjaga di 4%
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga pangan dan energi di dunia menimbulkan inflasi yang tinggi di sejumlah negara. Untuk itu pemerintah terus berupaya menjaga daya tahan ekonomi agar tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, kenaikan harga pangan dan energi tidak berpengaruh besar terhadap inflasi, dan tetap terjaga di angka 4%.

“Kita harap tidak di atas 4% (inflasinya), kita akan coba lihat stabilisasi harga-harga dalam enam bulan ke depan,” tutur Sri Mulyani kepada awak media, Selasa (7/6).  

Menurutnya ke depan terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai. Di antaranya faktor musiman yang sering kali menyebabkan inflasi naik, yaitu musim libur, kenaikan sekolah, hari raya Idul Adha, dan juga menjelang natal di akhir tahun.

Baca Juga: Pengamat: Harga Pertamax Series Masih di Bawah Harga Keekonomian

Sementara itu, Kepala Badan Kebiajkan Fiskal (BKF) febrio Kacaribu juga mengatakan, pihaknya akan memastikan dengan kenaikan harga energi dan pangan ini, inflasi akan tetap dijaga di level 4%.

Menurutnya salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah adalah dengan menambah anggaran subsidi energi dan kompensasi energi sebanyak Rp 350 triliun pada tahun ini, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan menghindari inflasi yang tinggi.  

“Kalau tidak ada Rp 350 triliun (tambahan kompensasi dan subsidi) inflasinya bisa berapa? Kemungkinan bisa di atas 4%,”  tutur Febrio.

Asal tahu saja, di beberapa negara seperti Turki mengalami inflasi yang sangat tinggi yakni sebesar 74%, dan Mesir mencapai 13,1%. Sementara itu saat ini inflasi di Indonesia masih berada di level 3,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×