kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Upaya Pemerintah Mengoptimalkan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tanpa Cukai MBDK


Kamis, 03 Juli 2025 / 16:46 WIB
Upaya Pemerintah Mengoptimalkan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tanpa Cukai MBDK
ILUSTRASI. Pengunjung minimarket memiilih minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di Jakarta, Jumat (10/1/2025). Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berencana akan mulai memungut cukai MBDK pada semester II-2025. Pengenaan cukai MBDK tersebut tidak hanya semata-mata mengejar penerimaan negara, melainkan untuk mengendalikan konsumsi gula berlebih di masyarakat. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan kinejra penerimaan kepabeanan dan cukai dengan memperbaiki proses bisnis, memperkuat pengawasan, serta bekerja sama dengan berbagai lembaga, meski tahun ini tidak menerapkan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).

Budi Prasetiyo, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, menjelaskan bahwa bea cukai terus melakukan berbagai strategi untuk mengoptimalkan kinerja dalam bidang kepabeanan dan cukai.

Budi mengatakan  bahwa salah satu langkahnya yang diambil adalah memperbaiki proses bisnis serta pelayanan kepada pengguna jasa. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan penerimaan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dua Skema Cukai MBDK, Apa Saja yang Disasar?

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa bea cukai fokuspada penguatan dalam pengawasan dan penindakan yang konsisten berdasarkan manajemen risiko. Hal ini diharap bisa mengurangi kemungkinan kebocoran pendapatan dan memastikan bahwa setiap transaksi dalam kepabeanan dan cukai berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Budi menekankan pentingnya malakukan Kerjasama dengan berbagai pihak.

“Upaya ini tidak hanya difokuskan pada pencapaian penerimaan kepabeanan dan cukai, tetapi juga ditujukan untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional secara lebih luas,” ujar Budi kepada Kontan.co.id, Kamis (3/7).

Dengan upaya penguatan ini, bea cukai tetap percaya bahwa target penerimaannya dari kepabeanan dan cukai untuk tahun ini bisa tercapai.

Baca Juga: Cukai MBDK Batal, Emiten Barang Konsumsi Bernapas Lega

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×