kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Upaya Kementan mengenjot produktivitas padi di lahan Food Estate


Kamis, 18 Maret 2021 / 21:47 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan baru dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (8/10/2020). BIRO PERS/KRIS


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

“Penyediaan teknologi dan menjamin ketersediaan sarana pertanian seperti produk perlindungan tanaman dan benih,” ujar Midzon.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi-FEM Institut Pertanian Bogor (IPB) Sahara mengatakan, pada konsep pengembangan food estate mekanisasi dan modernisasi pertanian/digitalisasi  merupakan salah satu  simpul penting  yang harus  diperkuat baik  di on farm dan off farm.

“Penggunaan  alat dan mesin pertanian  pada saat pengolahan lahan akan meningkatkan produksi pertanian,”ucap Sahara. Sementara,  pengelolaan hasil diperlukan   penggilingan padi atau RMU  (Rice Milling Unit) yang merupakan  titik sentral dari agroindustri padi.

Kasubdit Optimasi dan Rehabilitasi Lahan, Ditjen PSP, Kementerian Pertanian, Foyya Yusufu Aquino mengatakan, sebagai contoh penerapan teknologi di lahan food estate, pemerintah membuat center of excellence di Kabupaten Kapuas 1.000 ha dan Kabupaten Pulang Pisau 1.000 ha.

Selanjutnya: Tata niaga unggas dinilai bermasalah, peternak minta berdialog dengan Kementan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×